Page 220 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 220

Title          ISTANA SEBUT SALAH KETIK RUU CIPTAKER KARENA MISKOMUNIKASI
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      21 Februari 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200221180900-32-476890/istana- sebut-
               Page/URL
                              salah-ketik-ruu-ciptaker-karena-miskomunikasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta -  Staf Khusus Presiden  Bidang Hukum Dini Shanti Purwono menduga
               kesalahan ketik pada draf  Omnibus Law  Rancangan Undang-undang (RUU)  Cipta
               Kerja  terjadi karena miskomunikasi. Kesalahan ini muncul dalam Pasal 170 draf
               RUU Ciptaker yang menyebut UU bisa diubah menggunakan Peraturan Pemerintah
               (PP).


                "Kita tahu kok undang-undang itu harus diubah dengan undang-undang, PP ya
               dengan PP. Enggak pernah kita bicara (PP ubah UU), maka saya duga itu ada
               miskomunikasi atau instruksi yang mungkin kurang dipahami dengan benar," ujar
               Dini di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat (21/2).

                 Dini mengatakan proses penyusunan draf itu dibuat oleh beberapa orang sehingga
               tak menutup kemungkinan terjadi kesalahan dalam memahami pasal. Semestinya
               sesuai hierarki perundang-undangan, PP tak bisa mengubah undang-undang yang
               berada di atasnya.

                "Kita bekerja dengan banyak drafter untuk undang-undang, jadi mungkin drafter
               yang kebagian pasal itu agak  misunderstood instructionnya. Kan, pasal itu bicara
               soal apa, kemudian dia nulisnya gitu, sebenarnya ini hal yang sangat  basic  untuk
               sarjana hukum," tuturnya.


                Dini sendiri tak menampik bahwa kesalahan itu bukan murni karena salah ketik.
               Sebab, salah ketik mestinya hanya terjadi pada kesalahan huruf bukan satu kalimat.

                Politikus PSI itu juga telah menanyakan langsung pada Menko Perekenomian
               Airlangga Hartarto sebagai penanggung jawab draf. Namun Airlangga pun,
               menurutnya, mengaku tak pernah menyebut PP dapat mengubah UU.


                Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa menentang omnibus law di Jakarta,
               Senin (20/1/2020).

                (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)   "Ya, kalau maksudnya salah ketik berarti
               artinya  typo  kan, misal jika jadi jiki, besok jadi besik, gitu kan. Nah, ini kita enggak
               melihat  typo  itu. Saya juga sudah tanya Pak Airlangga, dan dia juga bilang enggak
               pernah kita ngomong seperti itu," ucap Dini.


                Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, lanjut Dini, orang nomor satu di Indonesia itu
               selalu menekankan agar tak ada ketentuan dalam draf yang bertentangan. Ia juga



                                                      Page 219 of 223.
   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224