Page 219 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 219

"Nanti dia akan dapat QR code dan di akhir itu pilih ingin membayarnya pakai apa.
               Pilih pakai Kartu Pra Kerja. Dia tinggal dapat jadwalnya dan ikuti saja pelatihan,"
               ujar Denni.


               Pemerintah akan membayar biayanya pada akhir masa pelatihan.

               Denni menyebut, pemerintah belum memutuskan berapa kisaran biaya untuk
               pelatihan per orang. Namun, dari kalkulasi sementara, disediakan anggaran sekitar
               Rp 3 hingga 7 juta per orang dan per pelatihan.

                Sebagai contoh, Budi memilih kursus barista di perusahaan A. Setelah
               mendapatkan QR code, Budi tinggal mendatangi tempat pelatihan perusahaan A dan
               mengikuti kursus selama kurun waktu tertentu. Sebut saja Budi mengikuti kursus
               selama tiga bulan. Pada periode akhir, pemerintah mendapatkan laporan mengenai
               rekam jejak Budi selama pelatihan. Apabila Budi mengikutinya dengan baik,
               pemerintah akan membayar biaya kursus dan pelatihan kepada perusahaan A. Budi
               juga menerima  sertifikat  dari perusahaan A.  Namun, apabila rekam jejak
               menunjukkan bahwa Budi tidak mengikuti kursus dengan baik, maka pembiayaan
               akan disetop. Budi juga tidak akan menerima sertifikat dari perusahaan A.


                "Setelah pelatihan, kan diharapkan dia mendapatkan pekerjaan karena program ini
               juga termasuk penempatan. Si penerima manfaat akan diberikan insentif
               pascapelatihan sebesar Rp 500 ribu," ujar Denni.


                Pemerintah juga menyediakan tempat-tempat pendaftaran bagi calon penerima
               manfaat yang tidak dapat mengakses internet. Tempat ini bisa kantor pemerintah,
               balai latihan kerja atau sekolah.


                Denni menyarankan, calon penerima manfaat membekali diri dengan sejumlah
               pengalaman terlebih dahulu agar semakin mantab dalam mengikuti pelatihan.


                Ia yakin dengan pengalaman ditambah pelatihan, peluang untuk mendapatkan
               pekerjaan akan lebih terbuka luas.


                 Rencananya, program ini akan menyasar 2 juta orang per tahunnya.

                Catatan pemerintah, dari 7 juta penduduk Indonesia yang menganggur, sebanyak
               3,7 juta (52 persen) di antaranya berusia 18 hingga 24 tahun.

                Pengangguran muda ini sebanyak 61 persen laki-laki, 64 persen tinggal di
               perkotaan, 78 persen berpendidikan SMA ke atas, 90 persen tidak pernah mengikuti
               pelatihan bersertifikasi dan 66 persen tidak pernah bekerja sebelumnya.

                "Jadi Kartu Pra Kerja ini nantinya akan membantu mengatasi permasalahan  skill
               gap  ,  skill shortage  ,  skill mismatch  dan  job mismatch  . Mereka yang berusia
               muda ini dapat segera bekerja guna menghindari pengangguran jangka panjang,"
               ujar Denni..





                                                      Page 218 of 223.
   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224