Page 215 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 215

Title          INI ATURAN PESANGON DALAM RUU CIPTA KERJA
               Media Name     beritasatu.com
               Pub. Date      21 Februari 2020
               Page/URL       https://www.beritasatu.com/ekonomi/601773/ini-aturan-pesangon-dalam-ru u-cipta-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Jakarta, Beritasatu.Com - Pemerintah dalam RUU Cipta Kerja mengubah aturan terkait
               pesangon untuk pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dari nilai
               yang diterima, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan aturan pesangon dalam UU Nomor
               13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

               Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono menyampaikan,
               pada prinsipnya RUU Cipta Kerja tidak menghapus ketentuan pesangon. Pemerintah
               hanya melakukan adjustment mengenai formulasi perhitungannya agar lebih realistis.

               "Dari perhitungan LPEM UI selalu menyampaikan, Indonesia adalah negara paling tinggi
               di dunia yang harus menanggung pesangon. Apa kita mau seperti ini terus? Apa tidak
               lebih baik kita konversi dengan jaminan bantuan sosial dan sebagainya," kata
               Susiwijono saat menjadi pembicara di acara CEO Power Breakfast yang diadakan
               BeritaSatu Media Holdings, di Jakarta, Kamis (20/2/2020) lalu.

               Perbedaan Aturan Pesangon Dalam UU Nomor 13 tahun 2003 pasal 156 ayat (2) telah
               diatur mengenai pemberian pesangon kepada karyawan yang di-PHK oleh pemilik
               usaha. Perhitungan pesangon diatur mulai dari masa kerja kurang dari satu tahun
               dengan uang pesangon sebesar satu bulan upah, hingga masa kerja delapan tahun atau
               lebih dengan uang pesangon sebesar sembilan bulan upah.

               Di ayat (3), buruh dengan masa kerja tiga tahun atau lebih juga mendapatkan
               tambahan uang penghargaan masa kerja dengan nilai minimal dua bulan upah dan
               maksimal 10 bulan upah. Sedangkan pada ayat (4), pekerja yang di PHK juga menerima
               uang penggantian hak, meliputi cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;
               biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ke tempat di mana
               pekerja/buruh diterima bekerja; penggantian perumahan serta pengobatan dan
               perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja
               bagi yang memenuhi syarat; dan hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja,
               peraturan perusahaan atau perjanjiankerja bersama.

               Untuk kasus PHK tertentu, pekerja atau buruh juga bisa mendapatkan dua kali lipat
               uang pesangon sebagaimana dimaksud Pasal 156 ayat (2) UU Nomor 13/2003. Untuk
               kasus khusus tersebut diatur dalam beberapa pasal berikut ini : Pasal 163 ayat (2) :
               Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh
               karena perubahan status, penggabungan, atau peleburan perusahaan, dan pengusaha
               tidak bersedia menerima pekerja/buruh di perusahaannya, maka pekerja/buruh berhak
               atas uang pesangon sebesar 2 (dua) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang
               penghargaan masa kerja 1 (satu) kali ketentuan dalam Pasal 156 ayat (3), dan uang
               penggantian hak sesuai ketentuan dalam Pasal 156 ayat (4).





                                                      Page 214 of 223.
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220