Page 210 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 210

Menurut Dini, investor akan lebih memilih negara lain dengan upah yang lebih
               rendah dibandingkan Indonesia. Hal inipun nantinya juga akan berdampak pada
               tingkat pengangguran di Tanah Air dan berujung merugikan para pekerja.


               "Pengusaha pindah, menambah angka pengangguran pindah ke daerah lain, gak
               masuk ke ekonominya kalau cost tinggi, gak bisa di-justify lagi ujung-ujungnya
               gulung tikar, yang rugi buruh pekerja," jelas dia.


               Karena itu, pemerintah mengubah formula upah minimum melalui RUU Omnibus
               Law Cipta Kerja. Dengan sistem pengupahan yang baru ini, maka kenaikan upah
               minimum di setiap provinsi bisa saja berbeda-beda tergantung dari pertumbuhan
               ekonomi setiap daerah.

               Kondisi ini dinilai lebih realistis dan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat
               setempat. Selain itu, investor juga tak lagi terpaku mencari daerah dengan upah
               rendah karena kenaikan upah setiap provinsi tak lagi sama rata.

               "Presiden jelas mau RUU ini menggenjot investasi dan menciptakan lapangan kerja
               lebih luas bagi rakyat Indonesia tapi jangan sampai UMR turun," kata Dini.

               Kendati demikian, RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini menimbulkan pro dan kontra.
               Sejumlah pihak, termasuk buruh menolak penyusunan beleid ini.

















































                                                      Page 209 of 223.
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215