Page 213 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 FEBRUARI 2020
P. 213
Title BAHAS RUU CIPTA KERJA, KEMENAKER DENGARKAN MASUKAN DARI AKADEMISI DAN
PRAKTISI
Media Name kontan.co.id
Pub. Date 21 Februari 2020
Page/URL https://nasional.kontan.co.id/news/bahas-ruu-cipta-kerja-kemenaker-den garkan-
masukan-dari-akademisi-dan-praktisi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Dalam rangka penyusunan RUU Cipta Kerja dan membangun pondasi akademis
yang kuat, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus mendengarkan
pandangan, masukan/tanggapan aspek filosofis, yuridis dan sosiologis dari kalangan
akademisi dan praktisi ketenagakerjaan.
"RUU Cipta Kerja ini melibatkan hampir semua K/L dan dapat dibayangkan tidak
mudah menyatukan persepsi serta mengharmonisasikan kepentingan masing-
masing sektor. Untuk itu, kami mempersilakan memberikan tanggapan dan
masukannya yang konstruktif kepada Pemerintah," kata Menaker Ida Fauziyah,
Jumat (21/2)
Berdasarkan data Sakernas BPS saat ini masih terdapat 7,05 juta pengangguran;
2,24 juta angkatan kerja baru; 8,14 juta kelompok setengah penganggur, dan 28,41
juta pekerja paruh waktu (45,84 juta angkatan kerja yang bekerja tidak penuh).
"Dari struktur ketenagakerjaan tersebut, kita tahu ini tidak mudah dan oleh karena
itu perlu upaya bersama untuk memecahkan persoalan tersebut, " kata Menaker
Ida.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lanjut Menaker, upaya yang harus bisa
dilakukan adalah memperluas lapangan kerja melalui pemberian kesempatan dan
fasilitas kemudahan berusaha dengan tetap menjaga perlindungan terhadap
pekerja/buruh yang bekerja.
"Selain itu upaya reformasi birokrasi, penyederhanaan perizinan, dan perubahan
regulasi juga diperlukan untuk dapat menciptakan ekosistem berusaha dan bekerja
yang lebih baik, " katanya.
Menaker Ida mengungkapkan World Bank menyoroti peraturan ketenagakerjaan
Indonesia terkait dengan kemudahan berbisnis. Dibandingkan dengan negara
berpenghasilan menengah ke bawah di Asia Timur dan Pasifik, Indonesia dinilai
memiliki peraturan ketenagakerjaan yang kaku, terutama terhadap perekrutan
tenaga kerja.
Page 212 of 223.

