Page 85 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 MEI 2020
P. 85
Title MIRIS, TENAGA MEDIS COVID-19 TAK DAPAT THR HINGGA GAJI DIPOTONG
Media Name okezone.com
Pub. Date 26 Mei 2020
https://economy.okezone.com/read/2020/05/26/320/2219851/miris-tenaga-m edis-
Page/URL
covid-19-tak-dapat-thr-hingga-gaji-dipotong
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Di saat merayakan Idul Fitri sejumlah pekerja lepas, termasuk tenaga kesehatan,
ada yang belum mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Bahkan, mengalami
pemotongan gaji.
Sejumlah perawat yang bekerja dengan status Tenaga Harian Lepas (THL), misalnya
harus merayakan lebaran tahun ini tanpa mendapat THR. Salah satunya diakui
Mohamad Fadly Mahardika, akrab disapa Fadly, yang sejak tahun 2017 berstatus
sebagai THL perawat di sebuah puskesmas di Tangerang, Banten.
Fadly mengaku mendapat gaji sebesar Rp3,9 juta per bulannya. Tapi tidak pernah
menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemerintah Provinsi.
Dirinya mengaku mendapat THR dari sumbangan rekan kerja pegawai negeri sipil
(PNS) lainnya atau pihak puskesmas.
"Saya hanya [menerima THR] dari puskesmas saja di tahun 2017 dan 2018 sebesar
Rp150 ribu, 2019 sebesar 200 ribu, dan 2020 sebesar Rp400 ribu," kata Fadly yang
juga mewakili beberapa perawat lainnya di kota Tangerang mengutip ABC.net,
Jakarta, Selasa (26/5/2020).
"Tidak ada [THR] dari Pemda ataupun instansi Dinas Kesehatan. Taruhan kami
nyawa, tapi upah ala kadarnya," tambahnya.
Seorang perawat di sebuah puskesmas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Satya
(bukan nama sebenarnya) juga belum pernah menerima THR. Padahal, ia mengaku
jika beban pekerjaannya meningkat di tengah pandemi COVID-19.
Selain bertugas di puskesmas, Satya dan juga 20 perawat lainnya, bergantian
menjaga posko Covid-19 untuk bersiap menangani pasien yang tertular virus
corona. Sebagai seorang perawat THL di Jawa Tengah, gaji Satya per bulan adalah
Rp1,3 juta, atau Rp47.500 per hari. Jumlah ini masih di bawah standar Upah
Minimum Provinsi (UMP) tahun ini, yaitu Rp1,7 juta.
"Bisa dihitung sendiri berapa besaran gaji kami dengan tanggung jawab seperti itu.
Taruhan kami terus terang kan nyawa, tapi upah kami ala kadarnya," kata Satya.
Page 84 of 101.

