Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 OKTOBER 2019
P. 59

Title         PEKERJA MIGRAN DI OMAN ASAL INDRAMAYU 15 TAHUN HILANG KONTAK
                Media Name    republika.co.id
                Pub. Date     17 Oktober 2019
                              https://nasional.republika.co.id/berita/pzietj382/pekerja-migran-di-om an-asal-
                Page/URL
                              indramayu-15-tahun-hilang-kontak
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive











               Muyasiroh binti Ruslani (30 tahun), seorang pekerja migran perempuan asal
               Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, hilang kontak dengan keluarganya selama 15
               tahun setelah bekerja di Muscat, Oman. Pihak keluarga berharap pemerintah bisa
               membantu menemukan dan memulangkan Muyasiroh.

               ''Sudah 15 tahun terakhir ini tidak ada kabar berita dari anak saya, apakah dia sehat
               atau tidak. Kami sangat cemas memikirkan nasibnya,'' ujar Ruslani, ayah dari
               Muyasiroh, Kamis (17/10).

               Pekerja migran asal Blok Panggang, RT 004, RW 002, Desa Dukuhjati, Kecamatan
               Krangkeng, Kabupaten Indramayu itu berangkat ke Oman setelah diajak oleh
               seorang sponsor bernama Udin, warga Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur,
               Kabupaten Indramayu, sekitar September 2004. Setelah mengikuti proses selama
               kurang lebih satu bulan, Muyasiroh akhirnya diterbangkan pada 4 Oktober 2014. Dia
               berangkat melalui salah satu pengerah jasa TKI yang beralamat di Bukit Duri,
               Kampung Melayu, Jakarta Timur.

               ''Waktu itu Muyasiroh masih berumur 15 tahun, belum lulus SMP (Sekolah
               Menengah Pertama),'' kata Ruslani.

               Ibu kandung Musiyaroh, Masroti, mengatakan, anaknya di Oman bekerja sebagai
               pekerja rumah tangga. Adapun majikannya merupakan pasangan suami istri
               bernama Habib dan Sangadah, yang beralamat di Sultanate of Oman, PO Box 4, ZlP
               Code 420, Mudhaibi, Muscat.

               Musiyaroh mengaku sangat merindukan anaknya. Dia khawatir karena tidak ada
               kejelasan mengenai nasib anaknya selama 15 tahun terakhir ini.

               ''Setiap selesai shalat, saya berdoa meminta kepada Allah SWT agar bisa bertemu
               kembali dengan anak saya,'' tutur Masroti.

               Masroti pun meminta bantuan kepada Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) agar
               menyampaikan masalahnya itu kepada Pemerintah Indonesia. Dia berharap agar
               pemerintah bisa membantu untuk menemukan dan memulangkan anaknya ke



                                                       Page 58 of 92.
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64