Page 56 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 OKTOBER 2019
P. 56

Title         KENAIKAN UMP 2020 TAK SESUAI DENGAN HARAPAN BURUH
                Media Name    liputan6.com
                Pub. Date     17 Oktober 2019
                              https://www.liputan6.com/bisnis/read/4088357/kenaikan-ump-2020-tak-ses uai-
                Page/URL
                              dengan-harapan-buruh
                Media Type    Pers Online
                Sentiment     Positive














               Liputan6.com, Jakarta - Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilham
               Syah menilai penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2020 tidak
               sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama buruh. Menurutnya, penetapan UMP
               harusnya dilakukan berdasarkan Undang-Undang (UU), tepatnya UU nomor 13
               tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun, kenaikan UMP 2020 justru
               dirumuskan dengan formula lain.

               "Penetapan UMP itu dilakukan berdasarkan UU nomor 13 tahun 2003 dan dilakukan
               oleh Dewan Pengupahan di tingkat daerah yang terdiri dari beberapa elemen,
               seperti serikat pekerja, pengusaha, akademisi dan pemerintah. Harus berdasarkan
               survei kebutuhan rakyat per daerah ya, bukannya survei nasional," ujarnya saat
               dihubungi Liputan6.com, Kamis (17/10/2019).

               Menurutnya, menggunakan data inflasi dan pertumbuhan nasional sebagai dasar
               penetapan kenaikan UMP 2020 tidak tepat, karena setiap daerah punya kebutuhan
               masing-masing. Penetapan UMP 2020 didasari oleh Peraturan Pemerintah (PP)
               Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan tidak akan mensejahterakan.

               "Sebagian besar, bahkan hampir semua buruh, menolak PP 78 ini. Jadi, menurut
               saya, meskipun naik tidak akan mensejahterakan," tuturnya.

               Ilham melanjutkan, kenaikan upah tersebut tidak seberapa dengan kenaikan harga
               bahan pokok dan biaya kewajiban lainnya yang semakin mahal.

               "BPJS itu, coba, naik 100 persen. Yang awalnya hanya bayar Rp 50 ribu, jadi bayar
               Rp 100 ribu. Belum harga bahan pokok naik, harga listrik, BBM, jadi kenaikan upah
               ini hanya untuk menutupi kebutuhan yang semakin mahal saja," tambahnya.
               UMP 2020 Naik 8,51 Persen. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan
               (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah
               Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020 sebesar 8,51 persen.

               Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-




                                                       Page 55 of 92.
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61