Page 54 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 OKTOBER 2019
P. 54
Title UMP 2020: KEMENAKER PUTUSKAN NAIK 8,51%
Media Name bisnis.com
Pub. Date 17 Oktober 2019
https://ekonomi.bisnis.com/read/20191017/12/1160198/ump-2020-kemenaker -
Page/URL
putuskan-naik-851
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA -- Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan menaikkan upah minimum
provinsi (UMP) 2020 sebesar 8,51%. Keputusan tersebut mengacu pada besaran
inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam surat edaran menteri nomor B-M/308/HI.01.00/2019 yang ditujukan pada
Gubenur Se-Indonesia, besaran inflasi nasional yang dimaksud sebesar 3,39% dan
pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12%.
"Dengan demikian kenaikan UMP dan/atau UMK 2020 berdasarkan data inflasi
nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 8,51%," begitu bunyi surat
edaran yang diterima pada Kamis (17/10/2019).
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dalam surat tersebut, menyatakan agar para
Gubenur wajib mengumumkan kenaikan UMP tersebut secara serentak pada 1
November 2019. Sedangkan, untuk UMK selambat-lambatnya ditetapkan dan
diumumkan pada 21 November 2019.
Sementara itu, surat tersebut juga menyatakan, berdasarkan pasal 63 PP
No.78/2015 tentang Pengupahan, bagi daerah dengan UMP/UMK pada 2015 masih
dibawa nilai kebutuhan hidup layak (KHL), wajib menyesuaikan upah minimumnya
sama dengan KHL paling lambat pada penetapan upah minimum 2020. Terdapat 7
provinsi yang harus menyesuaikan UMP sama dengan KHL yaitu Kalimantan Tengah,
Gorontalo, Sulawesi Barat, NTT, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.
Adapun sebelumnya, Ketua Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Mirah Sumirat
mengatakan pihaknya bersama dengan KSPI meminta kenaikan UMP 2020 sebesar
18%--20%.
Page 53 of 92.

