Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 OKTOBER 2019
P. 72
Title UMP 2020 NAIK 8,51 PERSEN, INI TANGGAPAN KADIN SURABAYA
Media Name liputan6.com
Pub. Date 17 Oktober 2019
https://surabaya.liputan6.com/read/4088431/ump-2020-naik-851-persen-in i-tanggapan-
Page/URL
kadin-surabaya
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah
Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2020 sebesar 8,51 persen.
Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-
m/308/HI.01.00/X/2019 pada 15 Oktober 2019 tentang Penyampaian Data Tingkat
Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.
Dikutip dari Surat Edaran tersebut, kenaikan UPM ini berdasarkan pada data inflasi
nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi (pertumbuhan produk domestik
bruto) yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2020
bersumber dari Badan Pusar Statistik Republik IndonesIa (BPS RI)," bunyi SE
tersebut seperti yang diterima Liputan6.com di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019
seperti dikutip dari Kanal Bisnis Liputan6.com.
Ketua Kadin Surabaya, Ali Efendi menuturkan, pengusaha pasti menyesuaikan upah
setiap tahun. Terkait penetapan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan UMK
sebesar 8,51 persen, menurut Ali, pemerintah sudah memperhitungkan dan
mempersiapkan berdasarkan rumusan yang ada. Ia belum dapat berkomentar lebih
jauh mengenai penetapan besaran UMP 2020 tersebut.
Meski demikian, Ali mengingatkan kalau pemerintah dan masyarakat tidak menutup
mata. Ini lantaran akan terjadi resesi ekonomi beberapa tahun ke depan.
Sebelumnya Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi memperingatka
kemungkinan terjadi resesi ekonomi global dalam 12-18 bulan ke depan.
"Saya pikir risikonya sangat tinggi sehingga jika sesuatu tidak melekat maka kita
memang memiliki resesi. Bahkan jika kita tidak memiliki resesi selama 12-18 bulan
ke depan, saya pikir cukup jelas bahwa kita akan memiliki ekonomi yang jauh lebih
lemah," ujar dia dikutip dari laman CNBC.
Page 71 of 92.

