Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 OKTOBER 2019
P. 73
Zandi menuturkan, ada sejumlah dugaan yang sama sebabkan ekonomi melambat
termasuk Presiden AS Donald Trump tidak sebabkan ketegangan perang dagang
dengan China, Inggris menemukan solusi untuk Brexit dan bank sentral melanjutkan
stimulus moneter.
IMF juga prediksi pertumbuhan ekonomi global akan tumbuh tiga persen pada 2019
dan 3,4 persen pada 2020. Angka ini lebih lambat dari perkiraan pada Juli dengan
target masing-masing 3,2 persen dan 3,5 persen.
Sementara itu, Ali menambahkan, jika kenaikan upah minimum provinsi (UMP)
tenaga kerja diimbangi oleh produktivitas tidak menjadi masalah. Hal ini karena
daya saing perusahaan dan negara akan naik.
"Akan tetapi jika UMP naik terus tidak diikuti dengan produktivitas kerja ini yang
bahaya. Pasti dari segi pengusaha akan efisiensi, risikonya akan terjadi pengurangan
penyerapan tenaga kerja," ujar Ali saat dihubungi Liputan6.com, Kamis
(17/10/2019).
Ali menuturkan, ada sejumlah perusahaan besar telah melakukan efisiensi besar-
besaran. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar seluruh pihak juga dapat
membangun sumber daya manusia (SDM) tidak hanya menjadi pegawai saja.
Ali menilai, jiwa pengusaha atau entrepreneur juga perlu ditanamkan dalam SDM di
Indonesia. Hal ini agar masyarakat Indonesia tidak hanya memiliki mental
karyawan.
Selain itu, Ali menuturkan, bonus demografi juga perlu jadi perhatian. Ini harus
dimanfaatkan untuk membangun SDM. Indonesia akan mendapatkan bonus
demografi pada 2025 sedangkan di Jawa Timur pada 2023.
Page 72 of 92.

