Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 124

PENGUSAHA RESPONS SIKAP BURUH MUNDUR DARI TIM RUU CIPTA KERJA

              Jakarta -  Kalangan  pelaku usaha  menanggapi sikap sejumlah serikat  buruh  dan pekerja yang
              menyatakan keluar dan mengundurkan diri dari tim teknis pembahasan  omnibus law  RUU Cipta
              Kerja  (Ciptaker) Klaster Ketenagakerjaan bentukan Kementerian Ketenagakerjaan.

              Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang
              dan Industri Indonesia (Kadin) yang diwakili Tim perwakilan Kadin Apindo mengatakan tidak
              terdapat agenda tukar menukar dokumen konsep dalam pertemuan tripartit RUU Ciptaker yang
              digagas Kementerian Ketenagakerjaan.

              Menurut mereka, pertemuan itu adalah pertemuan lanjutan untuk membahas pasal demi pasal
              yang ada dalam RUU Ciptaker Kluster Ketenagakerjaan.

              "Apindo dan Kadin telah menyerahkan sikap dan pandangan pengusaha kepada pemerintah
              terhadap  pasal  pasal  yang  ada  di  RUU  Ciptaker  Kluster  Ketenagakerjaan,"  tulisnya,  dalam
              keterangan resmi yang diterima  CNNIndonesia.com  , Selasa (14/7).

              Sebelumnya,  serikat  buruh  dan  pekerja  mengungkapkan  salah  satu  alasan  mereka
              mengundurkan diri, yakni sikap kalangan pengusaha dianggap arogan dengan mengembalikan
              konsep  RUU  usulan  dari  serikat  pekerja.  Kalangan  pengusaha  juga  dianggap  tak  mau
              menyerahkan usulan konsep Apindo dan Kadin secara tertulis.

              Menanggapi alasan tersebut, pelaku usaha menyatakan dokumen yang diserahkan KSPI dalam
              pertemuan tripartit itu, ternyata belum mewakili serikat buruh dan pekerja yang hadir. Oleh
              sebab itu, pelaku usaha memilih menghormati serikat buruh dan pekerja lainnya dengan cara
              mengembalikan dokumen tersebut.

              "Di  samping  itu,  dokumen  tersebut  bukanlah  sebuah  konsep,  melainkan  dokumen  tersebut
              berjudul Cabut Klaster Ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja 4," ujarnya.
              Karenanya, Apindo dan Kadin sepakat bahwa pertemuan ini bukan perundingan pembuatan
              Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sebagaimana dilakukan dalam perusahaan. Pertemuan itu dinilai
              sebagai proses pembahasan RUU Ciptaker yang disiapkan pemerintah.

              "Kedua  belah  pihak  memberikan  pandangan  dan  argumentasi  secara  konstruktif  kepada
              pemerintah untuk menyempurnakan draf RUU tersebut yang nantinya dibahas lebih lanjut di
              DPR," katanya.

              Sebelumnya,  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  memastikan
              sejumlah serikat buruh dan pekerja mengundurkan diri dari tim teknis RUU Ciptaker. Said juga
              mengemukakan empat alasan keluarnya serikat buruh dan pekerja.

              "KSPSI AGN, KSPI, dan FSP Kahutindo memutuskan untuk keluar dan mengundurkan diri dari
              tim teknis RUU (Cipta Kerja)," tegas dia.

              Senada, Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) juga menyatakan keluar dari tim
              teknis omnibus law RUU Ciptaker Klaster Ketenagakerjaan.
              ASPEK menilai tim teknis bentukan Kementerian Ketenagakerjaan ini hanya sekadar formalitas
              untuk memberi kesan bahwa pemerintah sudah melibatkan serikat pekerja dalam pembahasan
              RUU Cipta Kerja.

              "Padahal,  faktanya,  tim  teknis  tersebut  tidak  melakukan  pembahasan  pasal  per  pasal  yang
              selama ini menjadi keinginan dari serikat pekerja. Pemerintah telah tersandera oleh kepentingan
              pemodal atau investor," imbuh Presiden ASPEK Indonesia Mirah Sumirat lewat rilis resminya..

                                                           123
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129