Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 129
Sementara, sbesar 26 persen masyarakat mengakui tahu atau pernah mendengar RUU Cipta
Kerja. Deni menilai dukungan publik terhadap RUU Cipta Kerja ini didasari kondisi ekonomi
Indonesia yang semakin memburuk selama masa pandemi.
"71% mayoritas warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau
jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah covid-19. Kemudian 81% mayoritas warga
menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk," ucap Deni.
Deni mengatakan kondisi ekonomi yang memburuk ini diperparah dengan adanya peningkatan
jumlah PHK dan pengangguran. Hampir semua masyarakat menilai adanya peningkatan jumlah
PHK dan pengangguran dibanding tahun lalu.
"Ada 87 persen warga menilai jumlah PHK sekarang lebih banyak dibanding tahun lalu. Artinya
hampir semua warga," kata Deni.
Menanggapi kondisi tersebut, Deni menyebut mayoritas masyarakat mendukung langkah
Presiden Jokowi menjadikan RUU Cipta Kerja untuk mencegah PHK dan memperluas lapangan
kerja. RUU Cipta Kerja dinilai menjadi semakin relevan untuk dituntaskan dengan harapan ke
depan bisa lebih siap untuk keluar dari krisis ekonomi.
"Sebanyak 66% mendukung langkah Jokowi menjadikan RUU Cipta Kerja sebagai instrument
kebijakan untuk mengatasi mencegah PHK dan mempeluas lapangan kerja. Sebanyak 58%
mayoritas warga mendukung langkah Jokowi menjadikan RUU Cipta Kerja sebagai instrument
kebijakan mengatasi krisis ekonomi," tambah Deni.
SMRC melakukan survei nasional melalui telepon pada 8-11 Juli 2020. Sampel sebanyak 2.215
responden dipilih secara acak dari koleksi sampel acak survei tatap muka yang telah dilakukan
SMRC. Margin of error survei diperkirakan +/-2.1% pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi
simple random sampling. (chi/jpnn).
128

