Page 137 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 137

Menurut  hasil  survei  yang  dilakukan  SMRC,  ada  sekitar  74  persen  warga  yang  masih  nihil
              informasi  soal  RUU  Cipta  Kerja.  Sebaliknya,  baru  26  persen  masyarakat  yang  mengetahui
              adanya rancangan kebijakan tersebut.



              SURVEI SMRC: 74 PERSEN MASYARAKAT BELUM TAHU RUU CIPTA KERJA
              Jakarta -  Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan, saat ini masih banyak
              publik yang belum mengetahui tentang keberadaan Rancangan Undang-Undang (RUU)  Cipta
              Kerja  .

              Menurut  hasil  survei  yang  dilakukan  SMRC,  ada  sekitar  74  persen  warga  yang  masih  nihil
              informasi  soal  RUU  Cipta  Kerja.  Sebaliknya,  baru  26  persen  masyarakat  yang  mengetahui
              adanya rancangan kebijakan tersebut.

              Direktur  Riset  SMRC  Deni  Irvani  menyampaikan,  temuan  tersebut  didapat  setelah  pihaknya
              melakukan survei kepada 2.215 responden yang dipilih secara acak pada 8-11 Juli 2020.


              "Ini tentang awareness publik terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja, apakah publik tahu atau
              pernah dengar RUU  Cipta Kerja  . Dalam survei terakhir, ada 26 persen warga yang mengetahui
              RUU  Cipta  Kerja.  Jadi  mayoritas  74  persen  masih  tidak  tahu,"  paparnya  dalam  sesi
              teleconference, Selasa (14/7/2020).

              Deni  mengakui  bahwa  jumlah  26  persen  tersebut  masih  terhitung  sedikit.  Namun,  secara
              presentase angka tersebut telah naik dibanding survei yang dilakukan SMRC pada Maret 2020
              lalu, di mana hanya 14 persen responden yang tahu apa itu RUU  Cipta Kerja  .

              Sementara  dari  26  persen  responden  tersebut,  ia  melanjutkan,  mayoritas  sepakat  dan
              memberikan dukungan agar RUU Cipta Kerja bisa segera disahkan menjadi Undang-Undang
              resmi.

              "Kita peroleh dari yang tahu (26 persen), ada 52 persen warga yang mendukung pengesahan
              tersebut, dan 37 persen tak mendukung, ini cukup banyak yang tak mendukung. Sementara 11
              persen tak menjawab, tak memberi penilaian," jelasnya.

              Selain  itu,  Deni  melanjutkan,  hasil  penelitian  tersebut  juga  telah  menimbulkan  beragam
              pendapat masyarakat atas RUU Cipta Kerja. Banyak responden yang menilai kebijakan itu bisa
              membuka lapangan kerja baru, memberikan perlindungan pada pekerja sektor informal, hingga
              meningkatkan kepastian berusaha.

              "Dari daftar item-item pendapat tentang RUU Cipta Kerja, pendapat yang banyak disetujui itu
              RUU  Cipta  Kerja  bahwa  membuka  lapangan  kerja  56  persen.  Kemudian  meningkatkan
              kemudahan. Ini yang paling dominan. Lainnya terbelah," ujar Deni.

              Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani mendorong keras
              pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera menuntaskan pembahasan Omnibus
              Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.
              Menurutnya, pembahasan harus dikebut sehingga impelementasi hasil dari kebijakan ini bisa
              segera dilaksanakan.

              "Sebab pencipta lapangan kerja ini menjadi hal yang sangat penting apalagi di dalam RUU ini
              kalau ada orang yang bilang nanti saja dibicarakannya gitu ini menurut saya tidak tepat," kata
              dia di DPR RI, Jakarta, Selasa (9/6).



                                                           136
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142