Page 191 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 191

Posisi Lemah  Menaker mengungkapkan sebagian besar pekerja rumah tangga tidak memiliki
              perjanjian kerja sehingga melemahkan posisi pekerja rumah tangga dalam menerapkan norma
              kerja. Hal tersebut sering menimbulkan masalah tidak hanya berkaitan jaminan sosial, tapi juga
              memicu kekerasan fisik dan seksual terhadap pekerja rumah tangga.

              "Setelah ada perjanjan kerja, ada norma kerja yang merujuk perjanjian kerja. Ini bisa membuat
              hubungan industrial tanpa diskriminatif antara pekerja dan pemberi kerja," jelasnya.

              Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto, menjelaskan pengesahan
              RUU tentang Pekerja Rumah Tangga akan memperkuat kehadiran negara dalam melindungi
              keberlangsungan  kerja  pekerja  rumah  tangga.  Kehadiran  negara  dalam  melindungi  pekerja
              rumah  tangga  juga  merupakan  bagian  dari  memastikan  bonus  demografi  pada  masa
              mendatang.n ruf/N-3.

































































                                                           190
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196