Page 190 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 190
Judul Pekerja Rumah Tangga Mesti Dilindungi UU
Nama Media koran-jakarta.com
Newstrend Perlindungan PRT
Halaman/URL http://www.koran-jakarta.com/pekerja-rumah-tangga-mesti-
dilindungi-uu/
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-07-14 13:33:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak kepada seluruh masyarakat untuk
berhenti melakukan aksi kekerasan terhadap pekerja rumah tangga (PRT). "Setop kekerasan
terhadap pekerja rumah tangga. PRT berkontribusi penting terhadap perekonomian global. Oleh
karena itu, salah satu bentuk apresiasi kepada PRT adalah dengan memberikan pengakuan dan
perlindungan," kata Menaker dalam webinar tentang Pentingnya Undang-Undang Perlindungan
PRT untuk Perempuan Indonesia, Jakarta, Senin. Ia mengatakan perlindungan terhadap tenaga
kerja yang dimaksud adalah untuk menjamin kebutuhan dasar pekerja dan menjamin kesamaan
kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan
keluarganya sesuai harkat dan martabatnya.
PEKERJA RUMAH TANGGA MESTI DILINDUNGI UU
JAKARTA - Pekerja rumah tangga merupakan salah satu pekerjaan yang rawan terdampak
diskriminasi dan pelecehan. Kehadiran undang-undang (UU) dinilai bisa memberi kepasitan
hukum bagi pekerja rumah tangga dan mencegah eksploitas berlebih dalam bekerja.
"UU tentang Pekerja Rumah Tangga memberi kepastian hukum dan mencegah eksploitasi
berlebihan dari pemberi kerja kepada para pekerja rumah tangga serta meningkatkan
kemampuan dan keahlian mereka untuk meningkatkan kesejahteraannya," kata Menteri
Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, dalam acara seminar dengan tema Pentingnya
Kepastian UU Pekerja Rumah Tangga, di Jakarta, Senin (13/7).
Menaker menyebut pekerja rumah tangga merupakan mitra dalam keluarga. Dengan begitu
harus ada hubungan kerja yang menguntungkan antara pemberi dan penerima kerja dengan
memperhatikan hak-hak yang dibutuhkan.
Ia menegaskan pihaknya berkomitmen dalam melindungi hak-hak pekerja rumah tangga
dengan adanya Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2 tahun 2015 tentang Perlindungan
Pekerja Rumah Tangga. Peraturan tersebut, mengatur hak dan kewajiban pekerja rumah tangga
tanpa mengurangi perlindungan pemberi kerja.
189

