Page 189 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 189
"Dengan adanya industri 4.0 ini akan berakibat pada 60% pekerjaan di dunia akan
menggunakan otomasi. Dari 60% ini, sebesar 30% pekerjaan di dunia akan digantikan oleh
mesin-mesin canggih," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Kabarenbang)
Kemnaker Tri Retno Isnaningsih di Jakarta, Selasa (14/7/2020).
Kendati demikian, diprediksi pula bahwa akan muncul peluang 26 juta pekerjaan baru yang
tercipta dengan bangkitnya perdagangan elektronik atau online pada 2022. Untuk menangkap
peluang kerja tersebut, butuh persiapan seperti hard skill dan soft skill.
"Kita harus paham di sini ada dua hal penting yang diperlukan oleh sumber daya manusia (SDM),
yaitu SDM yang skill-nya mempunyai kapasitas di bidang pemecahan masalah, berpikir kritis,
kreativitas, manajemen SDM, kemampuan berkoordinasi, kemampuan emosional, pengambilan
keputusan, berorientasi pelayanan, negosiasi, berpikir cepat dan adaptif," kata Retno.
Lanjut dia mengatakan, untuk hard skill yang harus dimiliki adalah kompetensi di bidang
teknologi informasi dan matematika, arsitek, insinyur, dokter.
Peluang kerja di masa depan yang dapat ditangkap dengan kemampuan di atas adalah
pekerjaan yang berorientasi pada teknologi informasi, kesehatan, profesional, kreatif atau seni,
pengajar, konstruksi, dan manajer.
"Ini semua juga pastinya memerlukan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kompetensinya,
di mana ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari pemerintah maupun dari swasta,
dan dari masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi industri 4.0," kata
Retno. (dni).
188

