Page 185 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 185

Dalam  pertemuan  tersebut,  serikat  pekerja  yang  tergabung  di  dalam  Majelis  Pakerja  Buruh
              Indonesia (MPBI) menyerahkan satu konsep bersama draf sandingan RUU Cipta Kerja kepada
              pemerintah dan unsur Apindo maupun Kadin secara tertulis.

              Said  mengatakan,  draf  itu  berisi  analisa  dan  pandangan  kalangan  buruh  mengenai  dasar
              penolakannya terhadap klaster ketenagakerjaan.

              Kemudian,  mengusulkan  agar  Undang-Undang  (UU)  Nomor  13  Tahun  2003  tentang
              Ketenagakerjaan  dijadikan  sebagai  perlindungan  kesejahteraan  yang  paling  minimal  bagi
              pekerja maupun buruh.

              Namun,  lanjut  Said,  saat  sidang  pertama  digelar,  secara  arogan  konsep  dan  draf  yang
              sebelumnya diserahkan kalangan buruh dikembalikan oleh unsur Apindo maupun Kadin.

              Hal itu diperparah dengan tidak mampunya Apindo dan Kadin menunjukan konsep yang mereka
              tawarkan atas pengembalian gagasan yang sebelumnya lebih dulu ditawarkan kalangan pekerja.
              "Ini menunjukan Apindo/Kadin tidak memahami esensi pembahasan tripartit dan mengingkari
              makna take and give yang pernah disampaikan oleh ketua umum mereka dalam rapat pertama.
              Bahkan amanat Presiden Jokowi pun diabaikan," tegas dia.

              Selanjutnya, dalam pertemuan kedua pada Jumat (10/7/2020), Kadin dan Apindo menegaskan
              bahwa pertemuan di dalam tim teknis tersebut tidak perlu ada keputusan dan kesepakatan.
              Alasannya, karena tim tersebut hanya sekadar untuk memberikan masukan.

              Menurut  Said,  pihak  Apindo  dan  Kadin  menyatakan  jika  rapat  tim  teknis  tersebut  bukan
              perundingan para pihak. Padahal, hasil pembahasan tim tersebut berupa rekomendasi untuk
              Presiden Joko Widodo.

              Di sisi lain, pernyataan Kadin dan Apindo juga diperburuk dengan sikap dari unsur pemerintah
              yang  diwakili  Kementerian  Ketenagakerjaan,  yang  menganggap  tim  teknis  tersebut  bukan
              perundingan dan tidak perlu ada kesepakatan atau keputusan apapun.


              Atas dasar itu, KSPI dan serikat buruh lainnya menolak sikap Apindo, Kadin, dan pemerintah
              karena tidak sesuai semangat yang diamanatkan Jokowi. Termasuk keinginan para buruh agar
              RUU Cipta Kerja pada klaster Ketenagakerjaan tidak merugikan dan mengeksploitasi buruh.

              "Sehingga tim teknis ini harus menghasilkan kesepakatan, baik pasal yang disetujui atau tidak,
              dan harus ada keputusan tim dalam bentuk rekomendasi untuk diserahkan kepada Presiden,"
              ujar Said.

              "Biarlah  Presiden  yang  kemudian  memutuskan  yang  terbaik  untuk  bangsa  dan  rakyat  yang
              selanjutnya menjadi bahan dalam rapat di DPR RI," tambah Said.
              Diketahui,  DPR  akan  melanjutkan  pembahasan  RUU  Cipta  Kerja  pada  Masa  Persidangan  IV
              Tahun  2019-2020.  RUU  Cipta  Kerja  sebelumnya  sempat  mandek  setelah  Presiden  Jokowi
              memutuskan menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan..













                                                           184
   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190