Page 220 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 220
"Dengan adanya industri 4.0 ini akan berakibat pada 60% pekerjaan di dunia akan
menggunakan otomasi, dan dari 60 persen ini, 30 persennya pekerjaan di dunia akan digantikan
oleh mesin-mesin canggih," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan
(Kabarenbang) Kemnaker Tri Retno Isnaningsih dalam Webinar yang disiarkan di saluran
YouTube Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (14/7/2020).
Namun di sisi lain akan muncul peluang 26 juta pekerjaan baru yang tercipta dengan bangkitnya
perdagangan elektronik (online commerce) pada 2022.
Untuk menangkap peluang kerja tersebut, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan, meliputi
soft skill dan hard skill.
"Kita harus paham di sini ada dua hal penting yang diperlukan oleh SDM, yaitu SDM yang skill
-nya mempunyai kapasitas di bidang pemecahan masalah, berpikir kritis, kreativitas,
manajemen SDM, kemampuan berkoordinasi, kemampuan emosional, pengambilan keputusan,
berorientasi pelayanan, negosiasi, berpikir cepat dan adaptif," jelas dia.
Lalu untuk hard skill yang harus dimiliki adalah kompetensi di bidang teknologi informasi dan
matematika, arsitek, insinyur, dokter.
Peluang kerja di masa depan yang dapat ditangkap dengan kemampuan di atas adalah yang
berorientasi pada teknologi informasi, kesehatan, profesional, kreatif atau seni, pengajar,
konstruksi, dan manajer.
"Ini semua juga pastinya memerlukan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kompetensinya,
di mana ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik dari pemerintah maupun dari swasta,
dan dari masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi industri 4.0,"
tambahnya..
219

