Page 251 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 251
Judul Menaker Tekankan Pentingnya UU Pelindungan PRT untuk Hentikan
Kekerasan Terhadap Perempuan
Nama Media tribunnews.com
Newstrend Perlindungan PRT
Halaman/URL https://www.tribunnews.com/nasional/2020/07/14/menaker-tekankan-
pentingnya-uu-pelindungan-prt-untuk-hentikan-kekerasan-terhadap-
perempuan
Jurnalis Larasati Dyah Utami
Tanggal 2020-07-14 10:00:20
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengajak kepada seluruh masyarakat untuk
berhenti melakukan aksi kekerasan terhadap pekerja rumah tangga (PRT).
"Setop kekerasan terhadap pekerja rumah tangga. PRT berkontribusi penting terhadap
perekonomian global. Oleh karena itu, salah satu bentuk apresiasi kepada PRT adalah dengan
memberikan pengakuan dan perlindungan," kata Menaker dalam webinar tentang Pentingnya
Undang-Undang Perlindungan PRT untuk Perempuan Indonesia, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan perlindungan terhadap tenaga kerja yang dimaksud adalah untuk menjamin
kebutuhan dasar pekerja dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa
diskriminasi untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya sesuai harkat dan
martabatnya.
MENAKER TEKANKAN PENTINGNYA UU PELINDUNGAN PRT UNTUK HENTIKAN
KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami , JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan
(Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan agar pelindungan bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT)
, khususnya PRT perempuan menjadi perhatian bersama.
Ida mengatakan sektor pekerja domestik, khususnya PRT telah memberi kontribusi yang tidak
sedikit bagi keluarga dan perekonomian nasional. Oleh karena itu penting adanya undang-
undang (UU) Perlindungan PRT untuk perempuan Indonesia.
"Perlindungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tanggung
jawab kita semua, termasuk tanggung jawab lingkungan di mana PRT tersebut bekerja," ujar
Menaker Ida dalam webinar yang diselenggarakan Kowani Senin (13/7/2020).
250

