Page 260 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 260

"Ada  pasal  tentang  prinsip  pengadaan  barang  yang  transparan,  terbuka,  bersaing,  adil  dan
              akuntabel - tapi dalam proses pemilihan, pemerintah mengabaikan prinsip itu," kata Wana dalam
              keterangan tertulis.

              Atas kritik ini, Rudy Salahuddin menjelaskan, berdasarkan masukan LKPP dan pendapat hukum
              Jaksa Agung Muda Tata Usaha Negara, pemilihan platform digital dan lembaga pelatihan tidak
              termasuk dalam lingkup pengaturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

              "Anggaran APBN untuk Kartu Prakerja ditujukan langsung ke masyarakat. Platform digital hanya
              berperan sebagai  marketplace  untuk memilih jenis pelatihan yang diinginkan peserta," kata
              Rudy. "Tidak ada pasokan barang dan jasa ke pemerintah."  Rudy menjamin, kemitraan dengan
              platform  digital  tetap  mengedepankan  prinsip  pengadaan  barang  dan  jasa.  "Misalnya  kita
              umumkan secara terbuka syarat apa saja untuk bisa menjadi mitra, dan ini sudah kita lakukan.
              Mungkin  saja  ada  penambahan  atau  pengurangan  platform  jika  ada  yang  tidak  memenuhi
              kriteria," katanya.

              Saat ini, pemerintah menggandeng delapan mitra, di antaranya Ruangguru, Tokopedia, Pijar
              Mahir,  Bukalapak,  Mau  Belajar  Apa,  Pintaria,  Sekolahmu,  serta  Sistem  Informasi  Ketenaga
              Kerjaan (Sisnaker) milik Kementerian Ketenagakerjaan..
























































                                                           259
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265