Page 259 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2020
P. 259

Program Kartu Prakerja membuka kesempatan bagi angkatan kerja berusia 21 tahun ke atas,
              untuk mendapatkan dana insentif Rp3,55 juta, dengan rincian Rp1 juta untuk dana pelatihan,
              Rp150.000 dana survei dan Rp2,4 juta bantuan biaya hidup.

              Pemerintah menargetkan, pendaftaran kali ini akan menjaring 500.000 peserta. Prioritas akan
              diberikan  kepada  pekerja  terdampak  pandemi,  yang  datanya  telah  dihimpun  Kementerian
              Ketenagakerjaan.

              Semula,  program  ini  dirancang  untuk  membantu  para  pencari  kerja.  Mereka  diberi  biaya
              pelatihan agar keterampilan dan kompetensinya meningkat, sesuai tuntutan industri. Setelah
              itu, sambil mencari pekerjaan, mereka dapat mencairkan bantuan biaya hidup secara bertahap
              @Rp600.000 per bulan, selama empat bulan.

              Namun belakangan, program Kartu Prakerja sekaligus dimanfaatkan untuk membantu korban
              PHK dan mereka yang sumber hidupnya terhenti gara-gara pandemi. "Fungsi" tambahan itu
              dinilai mengubah arah program ini.

              Selain  itu,  penunjukkan  delapan    platform    online    sebagai  lapak  penyedia  pelatihan  juga
              mendapat  reaksi  keras.  Sebagian  pelatihan  yang  ditawarkan  dianggap  tidak  menambah
              keterampilan korban PHK/pencari kerja, hanya dipakai sebagai siasat untuk mencairkan bantuan
              biaya hidup.

              Akibat  pro kontra  ini,  program  disetop,  akhir  Mei  lalu.  Untuk  memperbaiki  landasan  hukum
              program  ini,  pemerintah  mengaku  minta  masukan  dan  evaluasi  dari  Komisi  Pemberantasan
              Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), juga
              Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

              Hasilnya, tanggal 7 Juli lalu, Presiden menerbitkan Peraturan Presiden 76/ 2020 yang merevisi
              Perpres sebelumnya. Aturan baru ini menegaskan, selain membantu pencari kerja, program ini
              juga merupakan salah satu instrumen bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi
              korona.

              "Ada pergeseran yang harus disesuaikan aturannya," kata Sekretaris Kementerian Koordinator
              Bidang Perekonomian Susiwijono dalam konferensi pers, Senin (13/7/2020).

              Sejak dibuka 11 April lalu, program ini sudah menjaring 11,3 juta pendaftar, tapi hanya 680.000
              orang (atau hanya enam persen) yang lolos menjadi peserta. Dari jumlah peserta tersebut, 58
              persen  merupakan  korban  PHK,  35  persen  pencari  kerja,  enam  persen  peserta  yang  masih
              bekerja dan satu persen pelaku UMKM yang usahanya terdampak pandemi.

              Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan mengaku telah mengantongi tiga juta nama korban PHK
              dan pelaku UMKM terdampak pandemi, yang potensial menjadi calon peserta. Dari jumlah itu,
              1,7 juta di antaranya sudah disertai data-data lengkap seperti nama dan tempat tinggal.

              Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahuddin membuka kemungkinan pelatihan
              Kartu  Prakerja  bisa  dilakukan  secara  tatap  muka,  terutama  di  daerah  yang  sudah  tidak
              terdampak korona, atau kasusnya sudah menurun.

              Pelatihan  tatap  muka  kemungkinan  dimulai  Agustus,  jika  disetujui  Gugus  Tugas  Percepatan
              Penanganan  Covid-19.  Rudy  memastikan,  pelatihan  tatap  muka  akan  menerapkan  protokol
              kesehatan.

              Indonesian  Corruption  Watch  (ICW)  menilai  revisi  Perpres  76/2020  tetap  melanggengkan
              penyimpangan  program  Kartu  Prakerja.  Menurut  Wana  Alamsyah,  peneliti  ICW,  pemerintah
              mengabaikan mekanisme pengadaan barang dan jasa dalam memilih delapan platform digital.


                                                           258
   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264