Page 21 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 MARET 2019
P. 21
Title ANTUSIASME MANTAN PEKERJA MIGRAN JEMBER SUKSESKAN PEMILU
Media Name antaranews.com
Pub. Date 28 Maret 2019
https://www.antaranews.com/berita/816643/antusiasme-mantan-pekerja-mig ran-
Page/URL
jember-sukseskan-pemilu
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
ANTUSIASME MANTAN PEKERJA MIGRAN JEMBER SUKSESKAN
PEMILU
Saya tidak akan sia-siakan hak pilih Jember, Jatim (ANTARA) - Jember merupakan
salah satu kabupaten di Jawa Timur yang menjadi daerah penyuplai tenaga kerja di
luar negeri. Karenanya banyak desa di kabupaten itu yang menjadi kantong tenaga
kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia.
Berdasarkan data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jember
menyebutkan ratusan orang bekerja ke luar negeri setiap tahun ke sejumlah negara
tujuan melalui prosedur yang benar, namun diprediksi jumlah pekerja migran
Indonesia asal Kabupaten Jember yang berangkat secara ilegal lebih banyak lagi
dan tidak terdeteksi karena mereka tidak melaporkan keberangkatannya kepada
perangkat desa maupun Disnakertrans.
Pesta demokrasi lima tahunan juga mendapat perhatian dari para mantan pekerja
migran dan keluarganya yang berada di Kabupaten Jember, salah satunya
komunitas mantan pekerja migran yang berada di Desa Dukuh Dempok, Kecamatan
Wuluhan, yang memiliki wadah untuk bertemu dan berkumpul setiap saat di balai
desa setempat.
"Saya tidak akan sia-siakan hak pilih untuk menyalurkan hak suara di tempat
pemungutan suara (TPS) pada Pemilu 2019 karena pengalaman bekerja di luar
negeri sangat sulit untuk menggunakan hak pilih saat digelarnya Pemilu di
Indonesia," kata mantan pekerja migran Elis Kartikasari di Desa Dukuh Dempok,
Kecamatan Wuluhan.
Ia pernah bekerja di Malaysia pada tahun 2011 hingga 2014 untuk menjadi buruh
pabrik dan kebetulan saat berada di negeri jiran itu Elis pernah menjadi petugas
Panwaslu yang dikoordinir oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor
Baru saat Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2014.
Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) bersama Panwaslu harus "jemput bola"
dengan mendatangi sejumlah lokasi pekerja migran Indonesia, seperti proyek
bangunan, kawasan perkebunan, pabrik, hingga ke rumah-rumah majikan pekerja
migran, agar mereka bisa menyalurkan hak suaranya.
Ratusan surat suara dan kotak suara harus dibawa oleh petugas PPLN dan Panwaslu
yang berkeliling ke sejumlah lokasi, bahkan untuk memastikan ketersediaan surat
Page 20 of 124.

