Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 MARET 2019
P. 22

suara, pihak KJRI Johor Baru selalu menghubunginya agar stok surat suara tersebut
               cukup untuk para pekerja migran Indonesia yang ingin menyalurkan hak suaranya.

               Menurutnya, perlu perjuangan keras dan tidak mudah menghimpun surat suara dari
               pekerja migran yang tersebar di sejumlah lokasi, namun perjuangan tersebut
               terbayar ketika banyak para pekerja migran yang antusias menyalurkan hak pilihnya
               dan hal itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi pantia pemilu.

               Belajar dari pengalaman tersebut, perempuan asal Desa Dukuh Dempok bersama
               komunitasnya itu antusias untuk mengikuti pelaksanaan Pemilu 2019 dan mengajak
               keluarga dan tetangganya untuk menyalurkan hak pilihnya pada saat pemungutan
               suara pada 17 April 2019, serta mengampanyekan tidak golput.

               Antusias menyalurkan hak pilih juga disampaikan mantan pekerja migran Indonesia
               Retnowati yang pernah bekerja di Arab Saudi pada tahun 2000 hingga 2006 sebagai
               pembantu rumah tangga karena pengalamannya saat bekerja di luar negeri,
               kesulitan untuk menyalurkan hak pilihnya saat pemilu di Indonesia.

               "Kalau bekerja di rumah majikan jarang bisa keluar rumah, bahkan saya hanya
               diberi waktu istirahat selama lima jam saja setiap harinya dan hal itu tidak sesuai
               dengan kontrak kerja, sehingga saya juga tidak bisa keluar rumah majikan untuk
               menyalurkan hak suara saat pemilu," katanya.

               Pengalaman pahit saat pemilu yang dialaminya di negeri orang membuat mantan
               pekerja migran itu antusias menyalurkan hak suaranya saat pemilu dan tidak pernah
               absen atau golput karena, menurutnya, satu suara akan menentukan kehidupan
               bangsa Indonesia, mulai dari pemilihan kepala desa, pemilu kepala daerah, pemilu
               gubernur, pemilu legislatif hingga pemilu presiden.

               Ia juga memberikan pemahaman kepada keluarga besarnya untuk berpartisipasi
               menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019, sehingga momentum pesta demokrasi
               lima tahunan itu tidak boleh disia-siakan untuk harapan Indonesia lebih baik.

               Para mantan pekerja migran di Desa Dukuh Dempok yang sebagian besar adalah
               perempuan tersebut sadar bahwa pendidikan politik itu penting dan harus
               mengetahui rekam jejak calon yang dipilih, sehingga tidak jarang saat berkumpul,
               mereka juga berdiskusi tentang visi-misi calon.

               Melalui komunitas desa peduli migran (desbumi), mantan pahlawan devisa negara
               tersebut juga pernah membantu penyelenggara pemilu dalam memberikan
               sosialisasi kepada masyarakat tentang pemilu serentak yang memiliki lima surat
               suara untuk memilih calon presiden dan wakil presiden, calon anggota DPR RI,
               calon DPRD Provinsi Jawa Timur, calon DPRD Jember, dan calon DPD, agar
               masyarakat tidak bingung saat mencoblos surat suara di bilik suara TPS nanti.

               Sementara Kepala Desa Dukuh Dempok Miftahul Munir mengatakan jumlah
               warganya yang menjadi pekerja migran di beberapa negara tujuan, seperti Hong



                                                       Page 21 of 124.
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27