Page 168 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 18 NOVEMBER 2019
P. 168

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan sejak awal
               mengusulkan kenaikan UMK Bekasi 2020 sebesar 8,51 persen. Angka ini diperoleh
               berdasarkan ketentuan pada Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.


               Dengan ketentuan ini, kenaikan UMK dihitung berdasarkan tingkat inflasi dan
               pertumbuhan ekonomi. Namun, sedari mula pula usul pemerintah ditolak kalangan
               pengusaha dan buruh.


               Buruh minta kenaikan 15 persen

               Gabungan serikat buruh kompak meminta kenaikan UMK Bekasi 2020 sebesar 15
               persen atau setara Rp 4,86 juta.

               Mereka mengklaim, angka ini bukan datang dari langit, melainkan hasil dari survei
               tiga pasar utama di Kota Bekasi dengan meneliti harga 78 item, termasuk listrik dan
               sewa kontrakan.

               Mereka merasa, metode ini lebih representatif ketimbang menggunakan Peraturan
               Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Sebab, biaya hidup dirasa semakin tinggi.

               "Salah satu contoh, kenaikan BPJS. Contoh lagi yang kita rasakan diam-diam: pajak
               motor," ungkap Suparno, koordinator aksi unjuk rasa serikat buruh di luar rapat
               finalisasi, Kamis sore.

               Voting

               Perundingan berjalan demikian alot karena semua pihak membawa kepentingan
               masing-masing. Berjalan sejak pukul 11.00 WIB, rapat finalisasi itu baru kelar
               sekitar pukul 17.30 WIB dengan metode voting.

               Sebanyak 7 unsur pengusaha kompak tidak memberikan suara karena tak setuju
               pemberlakuan UMK Bekasi 2020. Akhirnya, unsur pemerintah -- karena jumlahnya
               paling banyak -- memenangi voting.

               Sehingga, secara sah UMK Bekasi 2020 diusulkan naik hingga Rp 4.589.708 dan
               sesuai mekanisme, paling lambat ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan
               Kamil pada 21 November 2019.

               Perwakilan buruh mengaku menerima hasil ini. Namun, perwakilan pengusaha
               mengaku keberatan dengan berbagai dalih dan akan menyurati Wali Kota Bekasi
               hingga Gubernur Jawa Barat soal keberatan itu.
















                                                      Page 167 of 211.
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173