Page 23 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 FEBRUARI 2020
P. 23
Title PENGUSAHA MENGANDALKAN OMNIBUS LAW DONGKRAK INDUSTRI MANUFAKTUR
Media Name sindonews.com
Pub. Date 10 Februari 2020
https://ekbis.sindonews.com/read/1522117/34/pengusaha-mengandalkan-omn ibus-law-
Page/URL
dongkrak-industri-manufaktur-1581314493
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Para pengusaha sangat mengandalkan omnibus law agar segera diterapkan untuk
mendorong kinerja industri pengolahan (manufaktur) yang mencatatkan pelemahan
dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya Omnibus law cipta lapangan kerja yang
disiapkan pemerintah dinilai menjadi kunci untuk mengerek pertumbuhan industri
manufaktur.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani
mengatakan, pelemahan kinerja industri pengolahan disebabkan oleh pelemahan
investasi. Hal ini terlihat, dengan banyak industri manufaktur yang memerlukan
investasi seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
"Lalu permintaan terhadap produk dari industri pengolahan juga sedang menurun.
Untuk mengerek lagi pertumbuhan industri manufaktur, pemerintah perlu
melakukan perbaikan baik dari kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural,"
ujar Rosan P Roeslani di Jakarta, Senin (10/2/2020).
Dia melanjutkan adapun pemerintah terhadap lima sektor industri yang
diprioritaskan juga bisa menjadi pengerek pertumbuhan industri manufaktur. Kelima
sektor industri tersebut ialah industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan
pakaian, otomotif, elektronik, dan industri kimia.
"Selain itu, omnibus law cipta lapangan kerja yang digodok oleh pemerintah juga
diharapkan bisa membuat industri manufaktur bertumbuh lebih tinggi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia
(Apindo) Suryadi Sasmita juga berharap banyak kepada omnibus law cipta lapangan
kerja.
"Itu semua memang harus dilakukan untuk supaya industri kita di dalam negeri
meningkat. Baik segi SDM (sumber daya manusia) untuk produktivitas manusia,
Page 22 of 76.

