Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JULI 2020
P. 98
Semua langkah itu dilakukan agar masyarakat Indonesia dapat kembali hidup produktif di
tengah pandemi, mengingat COVID-19 cukup memberikan dampak terhadap kondisi
perekonomian Indonesia.
"Kegiatan-kegiatan yang mengarah pada peningkatan produktivitas, kegiatan pelatihan
kompetensi harus jalan terus," katanya.
Ia mengatakan masyarakat tidak mungkin berhenti berkegiatan atau melakukan kegiatan
produktif sampai pandemi COVID-19 dinyatakan usai, mengingat Organisasi Kesehatan Dunia
(World Health Organization/WHO) sendiri mengatakan tidak tahu kapan vaksin penyakit itu akan
ditemukan.
Sambil menunggu vaksin ditemukan, Menaker mengatakan semua pihak harus terus
meningkatkan kompetensi dan melakukan kegiatan produktif sambil tetap menjaga protokol
kesehatan agar aman dari COVID-19.
Pemerintah, kata Menaker, menyadari dinamika kondisi perekonomian nasional saat ini tidak
terlalu positif. Tapi, dia menegaskan bawa adanya optimisme tinggi dan telah dilakukan berbagai
upaya menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak COVID-19.
Pada Senin (20/7), Presiden Joko Widodo membentuk Komite Penanganan COVID-19 dan
Pemulihan Ekonomi Nasional yang diresmikan lewat Peraturan Presiden RI Nomor 82 Tahun
2020. Komite itu terdiri dari Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan
Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta Editor: Andi Jauhary COPYRIGHT (c)2020.
97

