Page 164 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 MARET 2020
P. 164
Bekerja dalam situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, kata Timboel memang
berbahaya bagi kesehatan pekerja. Tapi, tidak semua jenis pekerjaan dapat
dilakukan dari rumah (WFH), misalnya sektor padat karya. Hal serupa juga dihadapi
pekerja sektor informal karena mereka harus menghadapi langsung konsumennya.
Pendapatan pekerja sektor informal juga berpotensi turun akibat pandemi Covid-19.
Upaya yang ditawarkan Kementerian Ketenagakerjaan, menurut Timboel sudah baik
dan harus didukung seluruh pemangku kepentingan bidang hubungan industrial.
"Tapi, harus ada tindakan cepat dan sistemik untuk menjawab masalah-masalah
yang muncul dan mengatisipasi masalah baru yang akan muncul," sarannya.
Untuk jangka pendek, Timboel mengusulkan Kementerian Ketenagakerjaan
menyediakan alat pelindung diri bagi buruh yang tidak bisa kerja di rmh untuk
menghadapi Covid-19. Kementerian Ketenagakerjaan dapat menjalin kerja sama
dengan BPJS Ketenagakerjaan dan bisa mengoptimalkan dana manfaat layanan
tambahan (MLT) program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk menyediakan alat
pelindung diri bagi pekerja.
Pemerintah juga bisa menggulirkan bantuan langsung tunai bagi pekerja baik
berstatus formal, informal, dan harian lepas yang mengalami PHK atau mengalami
kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Bisa juga pemerintah memberikan
bantuan dalam bentuk subsidi pangan. "Hal ini harus melibatkan pemerintah daerah
untuk mengalokasikan anggaran perjalanan dinas, rapat, ataupun kegiatan yang
melibatkan orang banyak untuk dialihkan kepada subsidi buruh yang mengalami
masalah ekonomi," pintanya.
Page 163 of 164.

