Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 123
Title ADA REVOLUSI INDUSTRI 4.0, RI DIRAMAL KEHILANGAN 23 JUTA PEKERJAAN
Media Name detik.com
Pub. Date 29 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4995912/ada-revolusi-i ndustri-40-ri-
Page/URL
diramal-kehilangan-23-juta-pekerjaan
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut Indonesia diramal
akan kehilangan 23 juta pekerjaan sampai tahun 2030. Pekerjaan yang akan hilang
ini terjadi pada berbagai sektor.
"Hasil riset McKinsey & Company menyatakan hingga kurun waktu 10 tahun ke
depan, hingga tahun 2030 Indonesia akan kehilangan 23 juta pekerjaan," kata
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian
Ketenagakerjaan, Bambang Satrio L melalui telekonferensi, Rabu (29/4/2020).
Hal itu terjadi karena adanya revolusi industri 4.0 . Revolusi ini diyakini akan ada
kecepatan pergeseran posisi pekerjaan, hingga menghilangkan profesi pekerjaan
tersebut di masa depan.
"Revolusi ini dianggap akan mengubah dunia pekerjaan dan menggeser posisi
tenaga kerja. Dikhawatirkan revolusi industri ketenagakerjaan akan mengurangi
bahkan menghilangkan berbagai jenis pekerjaan," ucapnya.
Meski begitu, Bambang bilang, kemajuan teknologi bisa menciptakan 27-46 juta
pekerjaan baru di masa depan. Sehingga jumlah pekerjaan baru yang muncul akan
lebih banyak daripada pekerjaan yang hilang.
"Keberhasilan kita dalam memanfaatkan teknologi akan menciptakan pekerjaan
yang baru dan juga menciptakan perubahan-perubahan dan menggantikan
pekerjaan lama. Jumlah totalnya ada 27-46 juta pekerjaan," ucapnya.
Untuk itu, pemerintah ingin mengembangkan keterampilan masyarakat agar bisa
mengembangkan kemampuannya. Salah satunya dengan program Kartu Pra Kerja,
yang memiliki program pelatihan dan diharapkan bisa menjadi bekal masyarakat
untuk di masa yang akan datang.
"Program Kartu Pra Kerja melalui program-program pelatihan bersifat skilling yaitu
untuk pembekalan terhadap tenaga kerja yang akan masuk dunia kerja dan up
skilling , meningkatkan keterampilan-keterampilan bagi para pekerja yang sudah
bekerja karena 57,54% hanya berpendidikan SD dan SMP," ucapnya.
(eds/eds)
Page 122 of 181.

