Page 124 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2020
P. 124
Title BANYAK YANG KENA PHK, BURUH MINTA PENGUSAHA TAK LUPA BAYAR PESANGON
Media Name detik.com
Pub. Date 29 April 2020
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4995965/banyak-yang-ke na-phk-buruh-
Page/URL
minta-pengusaha-tak-lupa-bayar-pesangon
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Pandemi virus Corona (COVID-19) telah mengorbankan setidaknya
sebanyak 1,94 juta pekerja dari 114.340 perusahaan dirumahkan atau terkena
pemutusan hubungan kerja (PHK). Demikian data yang dihimpun Kementerian
Ketenagakerjaan hingga 19 April 2020 lalu.
Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, besarnya
jumlah kasus yang disajikan pemerintah tersebut dikhawatirkan menjadi aji
mumpung bagi para pelaku usaha untuk tidak memenuhi kewajibannya kepada
karyawan yang dirumahkan apalagi yang di-PHK.
"Saat ini kita sudah darurat PHK tapi bukan berarti data yang diajukan Kementerian
Ketenagakerjaan ini kita telan mentah-mentah. Jangan sampai data-data yang
bombastis ini dijadikan dalih agar orang yang di PHK itu tidak dibayar pesangon
dengan alasan COVID-19," ujar Said dalam konferensi pers bertajuk MPBI Soal
Omnibus Law dan May Day 2020, Rabu (29/4/2020).
Pihaknya mengimbau seluruh pelaku usaha untuk tetap membayar pesangon
kepada karyawannya yang di-PHK. Demikian juga menggaji penuh dan membayar
THR kepada karyawan yang dirumahkan.
"Kita tidak mau (korban PHK tak dapat pesangon) atau kalaupun ada yang
dirumahkan upahnya tidak dibayar penuh atau THR nya tidak dibayar penuh, kita
menolak sikap itu," ucapnya.
Berdasarkan data KSPI, paling banyak buruh yang di-PHK berasal dari sektor
pariwisata. Jumlahnya bisa mencapai 90% dari total korban PHK yang ada.
"Buruh yang ter-PHK di sektor pariwisata dan UMKM, kuliner, restoran, UMKM,
cindera mata, travel agent, maskapai penerbangan ini yang paling banyak ter-PHK
jauh sebelum Corona, wisatawan tidak datang otomatis PHK besar-besaran, ini 80-
90% di kelompok ini buruh yang ter-PHK," ungkapnya.
Sedangkan, buruh yang di-PHK di sektor manufaktur hanya sebagian kecilnya saja.
Page 123 of 181.

