Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 FEBRUARI 2020
P. 31

Menurut Ida, ketentuan TKA ini tak diatur dalam Omnibus Law Cipta Kerja,
               Sehingga, ia dengan tegas menyatakan dugaan adanya 'karpet merah' bagi TKA itu
               salah.

               "Jadi tidak di atur di sini, jadi clear ya. Tetap mengikuti aturan yang lama, ada jenis
               pekerjaan tertentu saja yang diberikan kepada TKA," kata Ida.

               Apalagi, terkait jabatan personalia atau human resources development (HRD).
               Jabatan tersebut tak akan dibuka bagi TKA.

               "Saya mau menjelaskan juga untuk jabatan personalia atau HRD itu tidak diberikan
               kesempatan kepada TKA. Jadi tetap harus menggunakan pekerja Indonesia,"
               ucapnya.

               Alasan Jam Kerja Dirubah dalam RUU Cipta Kerja

               Ida mengatakan, aturan yang diubah dengan sederhana ini justru memberikan
               fleksibilitas terutama bagi kaum ibu rumah tangga (IRT) maupun kalangan milenial
               yang ingin bekerja.

               Baik dalam Undang-undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan,
               maupun RUU Cipta Kerja, lamanya jam kerja tidak berubah yakni 8 jam dalam satu
               hari, atau 40 jam dalam satu minggu. Namun, dalam RUU Cipta Kerja, pemerintah
               menambahkan kata 'paling lama'.

               "Kenapa menggunakan terminologi paling lama? Ini untuk mengakomodasi jenis
               pekerjaan yang tidak membutuhkan waktu 8 jam per hari itu. Kan banyak sekarang
               jenis-jenis pekerjaan baru yang tidak sampai 8 jam," kata Ida.

               Menurutnya, dengan memaksimalkan jam kerja 8 jam dalam sehari, masyarakat
               yang ingin bekerja dengan lama waktu kurang dari 8 jam bisa memperoleh
               pekerjaan. Ida mengatakan, skema tersebut banyak dicari oleh kalangan IRT dan
               millennial.

               "Banyak sekali ibu-ibu rumah tangga yang ingin bekerja tetapi hanya memiliki waktu
               3 jam. Banyak sekali anak-anak millenial kita ini yang tidak mau bekerja dalam satu
               tempat dan durasinya 8 jam. Ini banyak," ungkap Ida.

               Nantinya, dengan aturan tersebut pemerintah dapat memberikan ketetapan teknis
               terkait skema pengupahan dan perlindungan bagi masyarakat yang bekerja di
               bawah 8 jam.

               "Ini kita akomodasi dengan menghitung bagaimana upahnya itu ada perlindungan di
               dalamnya," ujar dia.

               Ida berharap, dengan aturan ini, populasi generasi milenial yang akan mendominasi
               Indonesia ini dapat diakomodasi dengan pekerjaan yang layak.



                                                       Page 30 of 94.
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36