Page 126 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 126
'Tang datang dari PMI sekitar 1.429 (orang) yang dipulangkan (karena pan demi), kemudian
tambahan yang di pariwisata sekitar 15.000 orang dan 1.400 orang lagi dari sektor lain," sebut
Wismaningsih dikonfirmasi. Selasa (2.3/6).
ANTISIPASI ’’LEDAKAN’’ PENGANGGURAN
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dis-nakertrans) NTB mencatat angka pengangguran
terbuka di NTB mencapai 82.000 orang. Dengan adanya pan-demi virus Corona (Covid-19) yang
berlangsung, jumlah tersebut dikhawatirkan bertambah.
Kepala Disnakertrans NTB. Dra.T.Wismaningsih Drajadiah, menerangkan selama pandemi
Covid-19 jumlah pengangguran memiliki potensi penambahan dari beberapa bidang. Di antara
pekerja pariwisata, pekerja migran Indonesia (PMI) serta sektor lain. Bersambung ke hal 11
'Yang datang dari PMI sekitar 1.429 (orang) yang dipulangkan (karena pan demi), kemudian
tambahan yang di pariwisata sekitar 15.000 orang dan 1.400 orang lagi dari sektor lain," sebut
Wismaningsih dikonfirmasi. Selasa (2.3/6).
Diterangkan, status para pekerja tersebut saat ini sedang dirumahkan oleh perusa-haan.
Terutama sebagai upaya penanggulangan dampak pandemi yang berlangsung. "Artinya kita
belum tahu situasinya. Di luar tingkat pengangguran terbuka tadi apakah (ada) penambahan,"
ujar Wismaningsih.
Dengan mulai bergeliatnya sektor pariwisata, para pekerja diharapkan dapat kembali terserap
secara bertahap sehingga jumlah pengangguran di NTB tidak bertambah. ''Mudah-mudahan
yang sektor pariwisata bisa kembali lagi, karena mereka rata-rata dirumahkan. Bukan di-PHK
(Pemutusan Hubungan Kerja),"jelasnya.
Hal serupa juga diharapkan terjadi pada PMI. Di mana keberangkatan menuju negara
penempatan memang ditutup sejak Maret lalu sebagai pencegahan meluasnya Covid-19.
Setelah masing-masing negara penempatan membuka kembali akses mereka, PMI asal NTB
diproyeksikan akan segera mengurus keberangkatan.
Di sisi lain, Wismaningsih menerangkan angka pengangguran di NTB secara umum tercatat
menurun sejak 2019. Yaitu dari 3,74 persen menjadi 3,34 persen.
Penurunan tersebut khususnya didukung dengan penanganan bencana gempa 2018 lalu dan
penanganan pandemi melalui JPS Gemilang pada tahun ini. 'Turunnya pada saat gempa,
terutama karena pembangunan fisik yang ada di NTB itu ternyata menyerap banyak tenaga
kerja. Kemudian dengan dikeluarkannya JPS Gemilang seka-ran ini juga ada sekitar 15.000
tenaga kerja yang terserap,'sebutnya.
Selain itu, untuk memperbesar peluang terbukanya lapangan kerja pascapandemi pihaknya juga
telah bersurat ke PT. Indonesia Tourism De-velopment Corporation (ITDC). Terutama untuk
memastikan keterampilan-ket-erampilan kerja yang dibutuhkan untuk pengembangan Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
''Kita meminta data skill apa yang dibutuhkan, itu yang akan kita siapkan. Karena kita ada
program pemagangan juga untuk menyerap tenaga kerja langsung di perusahaan, baik di luar
negeri atau dalam negeri," ujar Wismaningsih.
Balai Latihan Kerja (BLK) juga disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah
pengangguran di NTB. Dicontohkan seperti keterampilan bidang industri permesinan yang saat
ini banyak dicari perusahaan dan diminati pencari kerja.
125

