Page 121 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 121

Menurut Sumber  Beritasatu.com  , Khairul mengangkat Elviandi menjadi Plt Direktur Kemnaker
              yang kemudian diangkat menjadi Direktur Polteknaker sebagai balas jasa terhadap, Mr. M, Staf
              Khusus Hanif Dhakiri ketika menjadi Manaker, atas usaha Mr. M kala itu Khairul diangkat menjadi
              Sekjen Kemnaker.

              Sejak  Elviandi  menjadi  sebagai  Plt  Direktur  Polteknaker  sejak  23  Maret  2020,  uang  sewa
              apartemen  Elviandi  Rp  4.000.000,00  (empat  juta  rupiah)  per  bulan  ditanggung  Kemnaker.
              Padahal Plt.Direktur Polteknaker itu eselon III, itu berarti tidak ada fasilitas dari negara. "Kenapa
              bukan PNS di Kemnaker yang sudah S2 dan S3 yang diangkat ? Ada apa ?" ketus seorang
              pejabat di Kemnaker.

              Hampir semua pejabat di Kemnaker berkeberatan Elviandi diangkat menjadi Plt Polteknaker
              apalagi selanjutnya diangkat sebagai Direktur Polteknaker. Pasalnya, di Kemnaker banyak sekali
              orang berkompeten dan memahami masalah ketenagakerjaan dengan baik. "Di Kemnaker sudah
              menyelesaikan pendidikan S2 dan S3. Kenapa harus didatangkan dari Aceh. Kami minta Menaker
              agar tidak mengangkat Elviandi menjadi Direktur Polteknaker, dan lakukan perekrutan terbuka,"
              kata seorang pejabat Kemnaker, Rabu (24/6/2020).

              Khairul Anwar ketika dikonfirmasi melalui  hanphone  -nya, Rabu (24/6/6) mengatakan, terkait
              personal selama bekerja, ia (Khairul) berupaya obyektif dengan harapan organisasi Kemnaker
              semakin baik. "Orang yang kompeten akan memberi dampak terhadap kinerja organisasi. Jadi
              langkah yang saya lakukan merupakan bentuk ikhtiar tersebut," kata Khairul.

              Tetapi yang harus diingat, kata Khairul adalah bahwa ia tidak pernah memaksakan kehendak
              pribadi. "Karena saya tidak mempunyai kepentingan pribadi. Bila ada ide atau saran saya selalu
              bicarakan  dengan  teman-teman,  itu  yang  saya  lakukan  semasa  aktif.  Sekarang  saya  sudah
              pensiun mohon dimaklumi," kata Khairul.

              Khairul juga membantah kalau dia mengangkat Elviandi karena balas jasa dari Mr.M. "Saya
              malah baru tahu informasi kalau yang bersangkutan saudaranya Pak M dari Pak Edi, sekarang.
              Karena saya melihat orang bukan pada siapa dia tetapi kompetensinya, karena saya lihat yang
              bersangkutan sebelumnya adalah pejabat eselon 2 di daerah (sebelemnya saya tidak kenal yang
              bersangkutan). Sungguh saya gak tahu. Toh yang bersangkutan pun sekarang pun masih Plt,"
              kata Khairul. Namun, Khairul tidak mengaku ia kenal Elviandi lewat siapa atau melalui siapa.

              Pelaksana Tugas Sekjen Kemnaker, Budi Hartawan, ketika dikonfirmasi  Beritasatu.com  tidak
              menjawab.

              Ketika  Hanif  Dhakiri  menjadi  Menaker  ada  sejumlah  orang  (pegawai  negeri  sipil)  daerah
              dipindahkan  ke  Kemnaker  dan  langsung  diberi  jabatan  eselon,  seperti  Helmiaty  Basri
              dipindahkan dari Riau.

              Di  Kemnaker  Helmiaty  menjabat  sejumlah  posisi  seperti  Plt  Kapala  Biro  Humas  Kemnaker,
              Kepala  Balai  Besar  Latihan  Kerja  Bekasi  dan  sekarang  sebagai  Kepala  Biro  Kepegawaian
              Kemnaker.

              Dan yang lain adalah M Laode, yang melepas sebagai guru PNS di daerah Sulawesi. Ia pindah
              ke  Kemnaker  langsung  menempati  posisi  eselon  III  di  Biro  Umum  Kemnaker,  dan  saat  ini
              sebagai Kepala BLK di Kendari. Laode didatangkan ke Jakarta berkat kedekatan dengan staf
              khusus Menaker kala itu. Sedangkan Helmiaty Basri didatangkan ke Jakarta karena suaminya
              menjadi staf khsusus Menaker kala itu.

              Menaker Harus Tegas  Gabriel meminta Ida Fauziyah agar bersihkan Kemnaker dari kebiasaan
              KKN dan permainan staf khusus. "Staf khusus Menaker sekarang tolong jangan ikuti dugaan
              kebiasaan buruk staf khusus Menaker terdahulu yang diduga rajin ber-KKN," kata Gabriel.

                                                           120
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126