Page 119 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 119
Judul Menaker Diminta Hindari KKN dalam Menentukan Direktur Polteknaker
Nama Media beritasatu.com
Newstrend Pemilihan Direktur Polteknaker
Halaman/URL https://www.beritasatu.com/ekonomi/648391/menaker-diminta-
hindari-kkn-dalam-menentukan-direktur-polteknaker
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-06-24 11:40:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
negative - Gabriel Goa (Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian
Indonesia) Kalau perguruan tinggi sebagai lembaga cetak manusia dipimpin orang yang tidak
berkualitas dan tidak berintegritas maka lulusan lembaga yang bersangkutan pasti tak
berkualitas juga. Hindari kebiasaan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dalam penentuan
pejabat di Kemnaker dalam beberapa dekade terakhir
neutral - Gabriel Goa (Direktur Eksekutif Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian
Indonesia) Saya pikir semua Politeknik yang berada di bawah seluruh Kementerian harus
dilakukan perekrutan terbuka. Jauhi KKK. Bapak Presiden Joko Widodo harus awasi benar untuk
hal-hal sepert ini
neutral - NA (pejabat Kemnaker) Kenapa bukan PNS di Kemnaker yang sudah S2 dan S3 yang
diangkat ? Ada apa ?
neutral - NA (pejabat Kemnaker) Di Kemnaker sudah menyelesaikan pendidikan S2 dan S3.
Kenapa harus didatangkan dari Aceh. Kami minta Menaker agar tidak mengangkat Elviandi
menjadi Direktur Polteknaker, dan lakukan perekrutan terbuka
positive - Khairul Anwar (Mantan Sekjen Kemenaker) Orang yang kompeten akan memberi
dampak terhadap kinerja organisasi. Jadi langkah yang saya lakukan merupakan bentuk ikhtiar
tersebut
negative - Khairul Anwar (Mantan Sekjen Kemenaker) Karena saya tidak mempunyai
kepentingan pribadi. Bila ada ide atau saran saya selalu bicarakan dengan teman-teman, itu
yang saya lakukan semasa aktif. Sekarang saya sudah pensiun mohon dimaklumi
negative - Khairul Anwar (Mantan Sekjen Kemenaker) Saya malah baru tahu informasi kalau
yang bersangkutan saudaranya Pak M dari Pak Edi, sekarang. Karena saya melihat orang bukan
pada siapa dia tetapi kompetensinya, karena saya lihat yang bersangkutan sebelumnya adalah
pejabat eselon 2 di daerah (sebelemnya saya tidak kenal yang bersangkutan). Sungguh saya
gak tahu. Toh yang bersangkutan pun sekarang pun masih Plt
118

