Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 JUNI 2020
P. 117

Badan  Pusat  Statistik  (BPS)  Kaltim  Anggoro  Dwitjahyono  mengatakan,  secara  menyeluruh
              sebenarnya kondisi ketenagakerjaan di Kaltim pada 2020 mengalami perbaikan dibandingkan
              tahun sebelumnya. Namun, jumlah pengangguran mengalami peningkatan yang lebih besar.

              Jumlah angkatan kerja Kaltim pada 2020 tercatat 1,99 juta jiwa, mengalami kenaikan sebesar
              4,9*1 persen (year on year/yoy) atau terjadi penambahan sebesar 93,80 ribu jiwa, dibandingkan
              jumlah  angkatan  kerja  2019  yang  tercatat  sebanyak  1,89  juta  jiwa.  Dengan  penambahan
              angkatan kerja tersebut, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) 2020 menjadi 72,15 persen
              atau mengalami kenaikan dibandingkan 20 19 yang tercatat sebesar 70,44 persen.

              Dia menjelaskan, kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari
              sisi pasokan (sup-ply) tenaga kerja. Selanjutnya dari jumlah angkatan kerja tersebut, jumlah
              penduduk  yang  bekerja  mengalami  kenaikan  sebesar  4,69  persen  (yoy)  atau  bertambah
              sebanyak 83,14 ribu jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

              Namun demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) 2020 juga menunjukkan kenaikan. Saat
              ini,  TPT  tercatat  sebesar  6,88  persen  atau  sebanyak  137,19  ribu  jiwa,  lebih  tinggi  jika
              dibandingkan 2019 yang tercatat 6,66 persen. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi
              di Kaltim belum sepenuhnya mampu menyerap pertumbuhan angkatan kerja yang juga terus
              meningkat.

              "Jika kita lihat, dibandingkan capaian nasional dan semua provinsi di Kalimantan, TPT Kaltim
              tahun ini tergolong sangat tinggi," ungkap Anggoro, Selasa (23/6).

              Dia  menjelaskan,  TPT  nasional  pada  2020  tercatat  sebesar  4,99  persen,  lebih  rendah
              dibandingkan  tahun  sebelumnya  sebesar  5,01  persen.  Di  wilayah  Kalimantan,  TPT  Kaltim
              merupakan yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. TPT Kaltim 2020 tercatat sebesar 6,88
              persen atau lebih tinggidibandingkan2019yang tercatat sebesar 6,66 persen.

              Kalteng menjadi provinsi yang mem iliki TPT terendah di Kalimantan sebesar 3,39 persen pada
              2020. Sedangkan TPT Kalbar 4,56 persen,

              Kalsel  3,80  persen,  dan  Kal-tara  5,65  persen.  "Kondisi  ini  menunjukkan  bahwa  tingkat
              pengangguran di Kaltim masih relatif tinggi dibandingkan keempat provinsi lainnya di wilayah
              Kalimantan," terangnya.

              Pada  masa  pandemiooromi,  sektor  pariwisata  disebut  sebagai  penyumbang  jumlah
              pengangguran terbanyak. Dinas Pariwisata Kaltim mencatat, di sektor pariwisata dan ekonomi
              kreatif jumlah orang yang terdampak Covid-19 mencapaisekitarl0.031orang. Dengan rincian,
              perhotelan yang terdampak berjumlah 4.720 karyawan hotel bintang maupun nonbintang.

              Selain itu, usaha biro perjalanan wisata dari 674 usaha tercatat 3.044 orang yang terdampak.
              Termasuk beberapa travel yang tutup, sehingga 55 orang yang dirumahkan. Pemandu wisata
              170 orang dari 380 anggota. Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim
              mengungkapkan, dari 15 daerah wisata yang beranggotakan 350 orang sebanyak 299 orang
              ikut terdampak. (ctr/ndu2/k!5)














                                                           116
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122