Page 666 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2020
P. 666
Title SERIKAT PEKERJA KRITIK PEMERINTAH KURANG PERHATIKAN NASIB BURUH DI DEPOK
Media Name kompas.com
Pub. Date 30 April 2020
https://megapolitan.kompas.com/read/2020/04/30/12564691/serikat-pekerj a-kritik-
Page/URL
pemerintah-kurang-perhatikan-nasib-buruh-di-depok
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno
menilai pemerintah kurang memberi perhatian pada buruh di Kota Belimbing ini di
tengah pandemi Covid-19. Pertama, pemerintah terutama Dinas Ketenagakerjaan
(Disnaker) Kota Depok dianggap kurang peduli dengan nasib para pegawai yang
sudah jadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan.
"Menurut saya, Disnaker kurang tanggap tentang itu, kurang peduli terhadap nasib
buruh. Contoh, banyak saudara kita yang ada dirumahkan tidak gajian, tidak ada
solusinya," ujar Wido kepada wartawan pada Kamis (30/4/2020). "Saat buruh tidak
bekerja dan lemah, dampaknya akan apa, daya beli jatuh, ekonomi jatuh, dan besar
dampak sosial yang kita alami," imbuh dia.
Di sisi lain, sejumlah pegawai hingga kini masih wajib bekerja di pabrik yang tetap
buka di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Depok. Tak sedikit pula
pegawai domisili Depok yang tetap berangkat ke Jakarta untuk masuk kantor.
Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Jorghi menyebutkan, sebagian pegawai tetap
masuk pabrik atau kantor karena perusahaan-perusahaan menengah ke atas di
Depok tetap diperbolehkan melakukan aktivitas produksi selama PSBB.
Pasalnya, ia mengklaim, 90 persen perusahaan di Depok bergerak dalam sektor
yang diizinkan beroperasi normal selama PSBB. "Perusahaan kan ada bidang
manajemen dan produksi. Bidang manajemen hampir 90 persen sudah bekerja di
rumah, tetapi di bidang produksi tetap berjalan," kata Manto kepada Kompas.com,
Selasa (28/4/2020) lalu.
Baik Manto maupun Wido mengaku tak tahu persis jumlah pegawai yang hari ini
masih harus masuk pabrik. Namun, Wido beranggapan, kaum buruh yang tetap
masuk pabrik ini pun belum sepenuhnya memperoleh perhatian pemerintah.
"Hari ini buruh tetap bekerja, banyak yang bekerja juga, karena buruh garda
terdepan. Harapan kami, pemerintah harus simpati terhadap buruh, bagaimana
kebutuhan itu dipenuhi pada teman-teman buruh," ujar dia.
"Saya berharap kepada Pemerintah Kota Depok, pemerintah provinsi, dan
pemerintah pusat, kiranya mohon pikirkan kaum buruh karena kaum buruh garda
terdepan perekonomian bangsa," tambah dia.
Page 665 of 695.

