Page 14 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 14

Suharso mengatakan hal itu seiring dengan adanya potensi pertambahan jumlah pengangguran
              yang men-capai 4 juta sampai 5,5 juta orang pada tahun ini akibat pandemi COVID-19.

              "Pada 2020 penganggur diperkirakan akan bertambah 4 juta sampai 5,5 juta orang dan kalau
              itu terus berlanjut dikhawatirkan pada 2021 akan mencapai 10,7 juta sampai 12,7 juta orang,"
              katanya, seperti dikutip Antara, kemarin.

              Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) untuk 2020 diperkirakan berada di kisaran
              8,1 persen sampai 9,2 persen atau lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 4,8 persen
              sampai 5 persen dan realisasi 2019 sebesar 5,28 persen.

              Suharso menuturkan untuk target TPT tahun depan akan berada di antara 7,7 persen sampai
              9,1 persen. ''Kita berharap bisa dikembalikan setidaknya mendekati sebelum pandemi," ujarnya.

              Ia  menjelaskan  peningkatan  pengangguran  didorong  oleh  melemahnya  kinerja  industri
              manufaktur yang turun hingga 30 persen selama 10 minggu mewabahnya COVID-19 sehingga
              banyak pekerja di-PHK dan dirumahkan.

              Suharso melanjutkan, industri manufaktur secara total memiliki jumlah tenaga kerja mencapai
              18  juta  dengan  9,8  juta  di  dalamnya  merupakan  manufaktur  padat  karya  sehingga  sangat
              berkontribusi terhadap ekonomi.
              "Sebanyak  9,8  juta  itu  kalau  30  persen  di-PHK  dan  lebih  dari  setengah  dirumahkan
              mengakibatkan utilisasi rendah seteli," ujarnya.

              Ia mengatakan potensi lonjakan jumlah pengang-guran juga dikhawatirkan akan menambah
              jumlah penduduk miskin Indonesia yang jika tanpa intervensi dari pemerintah berpotensi naik
              selatar 4 juta orang.

              "Pada September 2019 BPS menyebutkan 9,22 persen dan tanpa intervensi kira-kira tingkat
              kemiskinan 99 mencapai 10,63 persen. Naik sekitar 4 juta orang dari 24 juta ke 28 juta orang,"
              katanya.


              Oleh  sebab  itu,  Suharso  memastikan  fokus  dan  strategi  pemerintah  untuk  2021  adalah
              mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan reformasi sosial yang di dalamnya termasuk
              menekan jumlah pengangguran dan kemiskinan.

              "Dengan intervensi kita bisa menekan di bawah 1 juta dan mudah-mudahan rasionya masih bisa
              satu digit. Pada 2021 kita berharap ditargetkan 9,2 persen sampai 9,7 persen," katanya.

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengakui pandemi virus corona atau Covid-
              19  telah  memberikan  dampak  di  seluruh  sektor,  termasuk  sektor  ketenagakerjaan.  lumlah
              pekerja  yang  terdampak  pandemi  Covid-19  mencapai  1,7  juta  orang,  baik  pekerja  formal
              maupun informal.

              "Kami juga mengantisipasi tambahan pengangguran yang diestimasi mencapai 2,92 hingga 5,23
              juta orang. Kami berusaha menekan angka pengangguran agar tidak tembus dua digit," ujarnya.

              Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang menganggur di Indonesia sebanyak
              6,88  juta  orang  pada  Februari  2020.  Dibanding  Februari  2019,  jumlah  pengangguran  itu
              bertambah sekitar 60.000 orang. Dengan adanya estimasi tambahan hingga 5,23 juta orang,
              angka pengangguran bisa tembus 12,11 juta orang.

              Menaker Ida berharap di masa transisi era kenormalan baru (new normal) aliran investasi terus
              tumbuh hingga akhir tahun agar dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja.



                                                           13
   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19