Page 29 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 29
lonjakan pengajuan klaim ini harus diantisipasi dengan kesiapan sistem pencairan dan
ketersediaan dana.
Sejak Januari sampai 10 Juni 2020, BPJamsostek mencatat, terdapat pengajuan klaim untuk
921.000 kasus dengan nilai klaim mencapai Rp 11,9 triliun. Akhir Mei, pengajuan klaim peserta
mencapai 832.000 kasus. Artinya, dalam waktu sekitar dua minggu, jumlah klaim meningkat
sebanyak 89.000 kasus. Potensi klaim itu diperkirakan terus meningkat di tengah kasus PHK
yang bergulir.
Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar, Selasa (23/6/2020), mengatakan, pencairan
jaminan hari tua (JHT) akibat PHK bisa menjadi alternatif bagi pekerja untuk bertahan hidup di
tengah pandemi tanpa mata pencarian. Seharusnya, pemerintah menyiapkan program lain
untuk mendukung daya beli pekerja tanpa harus mencairkan JHT yang merupakan tabungan
untuk masa tua.
"Seharusnya Kartu Prakerja bisa mendukung para korban PHK, tetapi kenyataannya sekarang
program itu ditunda sehingga mau tidak mau pencairan JHT menjadi solusi. Apalagi, dengan
PHK yang semakin banyak terjadi, pencairan tabungan pasti lebih masif," kata Timboel.
Dibandingkan dengan kondisi tahun lalu, Timboel memprediksi peningkatan klaim akan
melonjak karena banyaknya perusahaan yang melakukan PHK karyawan di tengah pandemi.
Sebagai perbandingan, tahun lalu, pada periode Januari-September 2019, jumlah klaim BPJS
mencapai Rp 19,42 triliun.
"Tahun ini, dalam satu semester saja sudah mencapai Rp 11,9 triliun. Kalau dua semester
dengan laju yang sama seperti ini, nilai klaim bisa mencapai Rp 23,8 triliun, apalagi PHK masih
akan berlanjut," ucapnya.
Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengatakan, pengajuan klaim meningkat di tengah
pandemi Covid-19 yang memukul kondisi banyak perusahaan.
"Selama pandemi ini akan ada peningkatan klaim JHT yang signifikan dibandingkan periode
yang sama pada 2019. Ini terlihat dari adanya tren kenaikan jumlah tenaga kerja nonaktif yang
akan mengambil JHT-nya," kata Agus.
Di sejumlah cabang, seperti Depok, Jawa Barat, dalam waktu satu bulan terakhir ada 500
peserta BPJamsostek yang mengajukan klaim setiap hari. Mereka terdiri dari 300 orang yang
mengajukan klaim secara luring dan 200 orang yang melalui jalur daring.
Mengenai kesiapan ketersediaan dana untuk membayar klaim pada peserta, Agus mengatakan,
hal itu bukan masalah. "Kami sudah mengantisipasi lonjakan klaim tersebut, baik dari
peningkatan kapasitas layanan maupun penyediaan likuiditas dana. Dari ketersediaan dana
sangat siap, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," kata Agus. (AGE)
caption - KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Peserta BPJamsostek menunjukkan syarat kelengkapan untuk mengurus klaim jaminan kepada
petugas pelayanan di Kantor Cabang BPJamsostek di Menara Jamsostek, Mampang Prapatan,
Jakarta Selatan, melalui layar monitor dan tanpa kontak langsung, Selasa (23/6/2020). Dalam
kurun waktu 1 Januari hingga 10 Juni 2020, tren pengajuan klaim meningkat, yaitu sebanyak
921.000 kasus dengan nilai klaim mencapai Rp 11,9 triliun
28

