Page 24 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 24
Judul Tenaga Kerja Asing di Sultra Dievaluasi Total
Nama Media Kompas
Newstrend Kedatangan TKA Asal Cina
Halaman/URL Pg11
Jurnalis jal
Tanggal 2020-06-24 04:55:00
Ukuran 321x108mmk
Warna Halaman Hitam/Putih
AD Value Rp 105.930.000
News Value Rp 317.790.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
neutral - Abdul Rahman Saleh (Ketua DPRD Sultra) Karena kita punya pengalaman 49 T KA
(tenaga kerja asing) China yang datang Maret lalu di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI)
dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) itu memakai visa kunjungan awalnya. Baru ketika tiba
mereka memakai visa 312, yaitu tenaga ahli. Tetapi, saya dapat info lagi, ada yang bukan tenaga
ahli, tetapi helper atau kerja-kerja biasa
negative - Abdul Rahman Saleh (Ketua DPRD Sultra) Bisa dibayangkan kalau 1.000 pekerja
datang, tapi hanya pakai visa kunjungan. Dengan gaji rata-rata 1.500 dollar AS per orang, satu
bulan potensi Rp 9 miliar hilang. Di satu sisi, pekerja yang tidak pakai visa kerja itu pidana 5
tahun dan denda Rp 500 juta
neutral - Abdul Rahman Saleh (Ketua DPRD Sultra) Kami hanya minta agar perusahaan
mengikuti aturan yang berlaku. Kalau nanti evaluasi ada visa yang tidak sesuai, kami minta agar
pekerja tersebut segera dideportasi
neutral - Hajar Aswad (Kepala Kantor Imigrasi Kendari) Pemeriksaan paspor di Manado. Untuk
penerbitan izin tinggal terbatas, itu baru bisa dilakukan setelah mereka isolasi mandiri di
perusahaan
positive - Indrayanto (External AfFairs Manager PT VDNI dan PT OSS) Jadi, memang secara
teknologi alatnya itu berbeda. Karena itu, mereka harus datang untuk memasang. Kami berjanji
berkomitmen terkait kedatangan pekerja ini, baik protokol Covid-19 maupun ketenagakerjaan
Ringkasan
Sebanyak 156 pekerja asal China yang datang ke Sulawesi Tenggara pada tahap pertama
tercatat memakai visa kerja. Persoalan tenaga kerja di dua perusahaan yang menggunakan
pekerja asing tersebut akan dievaluasi total mengingat masalah yang muncul. Sementara itu,
gelombang penolakan terhadap kedatangan pekerja asal China terus teijadi.
Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh menyampaikan, visa keija yang dipakai oleh 156 orang
itu tetap akan dievaluasi. Audit keahlian, mulai dari sertifikasi hingga uji petik lapangan, akan
dilakukan untuk memastikan keahlian mereka.
TENAGA KERJA ASING DI SULTRA DIEVALUASI TOTAL
23

