Page 26 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 26
Akhir pekan lalu, External AfFairs Manager PT VDNI dan PT OSS Indrayanto menyebutkan, ke-
500 pekerja itu adalah pekerja ahli membangun smelter (fasilitas pengolahan nikel). Sebanyak
200 orang akan bekerja di PT VDNI dan 300 orang di PT OSS.
”Jadi, memang secara teknologi alatnya itu berbeda. Karena itu, mereka harus datang untuk
memasang. Kami berjanji berkomitmen terkait kedatangan pekerja ini, baik protokol Covid-19
maupun ketenagakerjaan,” tutur Indrayanto.
Hingga pertengahan Juni ini, 709 pekerja asing masih bekerja di kedua perusahaan itu. Mereka
juga didampingi pekerja lokal. Total pekerja lokal di kedua perusahaan itu ada 11.000 karyawan
tetap dan sekitar 20.000 pekerja kontrak.
Penolakan
Sementara itu, aksi massa menolak kedatangan TKA asal China berlangsung sejak Selasa siang.
Aksi bermula di Kantor Imigrasi Kendari, berlanjut di perbatasan Kendari-Konawe Selatan,
hingga di simpang Bandara Haluoleo, Kendari, di Kabupaten Konawe Selatan.
Benny Putra Lamangga, salah seorang koordinator aksi, menyebutkan, kedatangan 500 TKA
China melukai perasaan masyarakat Sultra. Sebab, saat ini tengah pandemi dan semua orang
berusaha agar virus korona tidak semakin menyebar.
Akan tetapi, lanjutnya, pemerintah malah membuka pintu kedatangan ratusan tenaga kerja
asing meski situasi belum pulih. Belum lagi persoalan visa keija hingga tidak adilnya perlakuan
kepada pekerja lokal.
Anggota DPRD Sultra, Sudirman, yang ikut dalam unjuk rasa menyampaikan, dirinya tak yakin
156 pekerja pada tahap pertama itu pekerja ahli, karena itu harus diverifikasi. (JAL)
25

