Page 21 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 JUNI 2020
P. 21
Judul 5,3 juta PMI tidak Terdata
Nama Media Republika
Newstrend Jumlah PMI
Halaman/URL Pg2
Jurnalis ILHAM TIRTA
Tanggal 2020-06-24 05:12:00
Ukuran 230x139mmk
Warna Halaman Hitam/Putih
AD Value Rp 128.800.000
News Value Rp 386.400.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korpo
Sentimen negative
Narasumber
neutral - Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) Kadang saat PMI disalurkan ke luar negeri, mereka
bertemu dengan teman yang lain dan mereka tergiur dengan ajakan temannya yang ilegal.
Sehingga data PMI tersebut hilang dan tidak terlacak. Lalu, saat teijadi hal-hal yang tidak
diinginkan, mereka baru menyesal. Di sini kami akan terus mengawasi dan menyelesaikan
masalah tersebut
positive - Benny Rhamdani (Kepala BP2MI) Kami menjalin silaturahim dan bekerja sama dengan
MBI untuk melindungi PMI bersama. Nantinya MBI bisa memberikan pelatihan kepada PMI
sehingga PMI menguasai semua kemampuan. Selain itu, tentunya kami akan memberantas
oknum yang memiliki modus tertentu dan menipu para PMI
positive - Amin Untariyo (Ketua Umum MBI) Ini teijadi karena mereka tidak dilatih saat
disalurkan ke luar negeri. Jadinya, mereka tidak dihargai. Semoga dengan kerja sama ini kami
bisa membantu dan mengajari mereka. Sehingga PMI tidak lagi dilecehkan ataupun disakiti oleh
pihak-pihak yang mempekerjakannya
Ringkasan
Sebanyak 5,3 juta pekerja migran Indonesia (PMI) tidak terdata oleh Badan Perlindungan
Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Menurut Kepala BP2MI Benny Rhamdani, data itu didapat
dari selisih angka yang terdata antara pihaknya dan Bank Dunia.
BP2MI hanya mencatat 3,7 juta PMI yangbekerja di luar negeri, sedangkan World Bank
mencatat ada 9 juta PMI. Menurut Benny, 5 jutaan PMI itu berangkat melalui jalur tidak resmi
sehingga tidak terdata.
5,3 JUTA PMI TIDAK TERDATA
Sebanyak 5,3 juta pekerja migran Indonesia (PMI) tidak terdata oleh Badan Perlindungan
Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Menurut Kepala BP2MI Benny Rhamdani, data itu didapat
dari selisih angka yang terdata antara pihaknya dan Bank Dunia.
20

