Page 126 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 126

Hal tersebut disepakati usai menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk bidang ketenagakerjaan
              di  Aula  Merah  Putih,  rumah  jabatan  Gubernur  Sultra,  Jumat  (12/6)  kemarin,  yang  dihadiri
              langsung oleh jajaran Forkopimda, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah, tokoh agama,
              rektor berbagai universitas, serta beberapa ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada
              di Sultra.

              Gubernur Sultra, Ali  Mazi  menjelaskan, 500 TKA yang akan didatangkan dua perusahaan yang
              bergerak  di  bidang  pengolahan  nikel  ini  telah  memenuhi  prosedur  yang  ada.  Mulai  dari
              administrasi perizinan hingga protokol penanggulangan wabah Virus Corona atau COVID-19.

              "Jujur  saja  semua  urusan  TKA  itu  persyaratan  semua  sudah  dilalui  dan  sudah  memenuhi
              persyaratan semua. Kebijakan pemerintah ini bicara soal hubungan antar negara yang harus
              didukung semua elemen dan pemerintah daerah," kata Ali  Mazi  melalui rilis yang diterima pada
              Sabtu (13/5).

              Ali    Mazi    menambahkan,  kedatangan    500  TKA    asal  China  yang  akan  mempercepat
              pembangunan smelter akan berdampak positif bagi kemajuan pembangunan di Sultra. Dampak
              yang paling cepat dirasakan adalah banyaknya tenaga kerja yang akan direkrut oleh kedua
              perusahaan tersebut.

              "  Estimasinya  ada sekitar 3.000 tenaga kerja lokal yang akan direkrut oleh PT  VDNI  dan PT
              OSS ini, sebab setiap satu TKA akan didampingi sekitar enam sampai tujuh tenaga kerja lokal.
              Nah ini sangat berimplikasi pada peningkatan ekonomi masyarakat kita," kata Ali  Mazi  dalam
              rapat tersebut.

              Menurutnya,  kawasan  mega  industri    Morosi    saat  ini  masih  dalam  tahap  pembangunan,
              sehingga peluang adanya lapangan kerja baru yang dapat menampung puluhan ribu tenaga
              kerja sangat terbuka. Untuk saat ini saja kata Ali  Mazi  , tercatat sebanyak 11.227 orang tenaga
              kerja  lokal  yang  telah  bekerja  di  kawasan  industri  itu.  Dari  jumlah  tersebut,  92  persen
              merupakan tenaga kerja asal Sulawesi Tenggara, dan 8 persen dari luar Sultra atau TKA.

              Jumlah ini, belum termasuk dengan para pekerja dari perusahaan joint atau mitra PT  VDNI
              dan PT OSS yang jumlahnya juga sangat banyak.

              Ditempat yang sama, salah seorang tokoh pemuda Sultra, Muhammad Ikram  Pelesa  mengaku
              sejak adanya kawasan industri di Kecamatan  Morosi  , pendapatan ekonomi masyarakat banyak
              mengalami perubahan khususnya masyarakat yang berada di daerah lingkar tambang.

              Menurutnya, oknum-oknum yang kerap melakukan upaya provokatif dengan mengatasnamakan
              rakyat hanya bermodalkan isu 'katanya' dengan maksud mencari keuntungan pribadi.

              "    Ke  depan    kami  mendorong  agar  ada  transfer  ilmu  bagi  tenaga  kerja  lokal  dengan
              memanfaatkan  Balai  Latihan  Kerja  (BLK)  yang  ada,  agar    ke  depan    perusahaan  tidak  lagi
              mendatangkan TKA dalam jumlah banyak," tutup Ikram.

              membuka  campaign crowdfunding  untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk,
              bantu donasi sekarang!   Jangan lupa follow kendarinesia di Instagram  @kendarinesia  dan klik
              tombol '  IKUTI  ' untuk ragam informasi menarik lainnya yang terjadi di Sulawesi Tenggara.

              News  500 TKA China di Sultra  Nikel  Pertambangan  Kendari  Sulawesi Tenggara  Bisnis2020
              (c) PT Dynamo Media Network  Version 1.1.224.







                                                           125
   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131