Page 130 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 130

'ONE TO MANY' BPJS DINILAI TIDAK TUNTASKAN PELAYANAN HULU

              MONITOR,  Jakarta    -  Pandemi  Covid-19  berdampak  negatif  sektor  ketenagakerjaan  dengan
              meluasnya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami jutaan pekerja di Indonesia.

              Hal tersebut berdampak pada peningkatan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola
              Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.
              Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KORNAS
              MP BPJS) Hery Susanto menilai ada banyak data yang menyajikan beragam data berbeda terkait
              PHK tersebut. Hingga Mei 2020, data Kemnaker menyebutkan ada 3 juta pekerja yang alami
              PHK akibat pandemik Covid-19. Sementara itu data Kemenkeu disebutkan 5 juta pekerja, Kadin
              6.4 juta pekerja alami PHK. Demikian disampaikannya melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu
              (14/6)    Menyikapi  hal  tersebut,  Direktur  Utama  BPJS  Ketenagakerjaan,  Agus  Susanto
              mengungkapkan bahwa pada akhir Mei lalu mengatakan ada 1,161 juta kasus klaim JHT.

              Namun, awal bulan Juni ini, menurutnya data tersebut berubah lagi menjadi secara nasional
              klaim JHT telah mencapai angka 921 ribu kasus. Sementara, sebelumnya Krisna Syarief Direksi
              Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan ada 790 ribu kasus pengajuan klaim JHT.

              Agus  Susanto  juga  mengimbau  kepada  seluruh  peserta  BPJS  Ketenagakerjaan  untuk  tetap
              sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online yang telah disediakan, jika
              ingin klaim. Karena selain prosesnya lebih mudah dan mengurangi potensi terpapar virus Covid-
              19, peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas tracking klaim untuk mengetahui perkembangan
              proses klaim yang sedang diajukan.

              Menurut  Hery  Susanto,  data  dan  informasi  yang  disampaikan  BPJS  ketenagakerjaan
              membingungkan publik. "Besarnya kasus PHK sudah pasti berdampak pada peningkatan jumlah
              kasus  klaim  JHT  BPJS  Ketenagakerjaan,  mengapa  jumlah  kasus  klaim  JHT  justeru  tidak
              berbanding lurus terhadap kasus PHK," tanya Hery Susanto.

              Hery  Susanto  menilai  bahwa  sistem  pelayanan  klaim  JHT  BPJS  Ketenagakerjaan  masih
              menerapkan  pembatasan  kuota  pelayanan  klaim  yang  minim  dan  tidak  sebanding  dengan
              jumlah fakta pekerja korban PHK di lapangan.

              "Kuota  pelayanan  klaim  JHT  BPJS  Ketenagakerjaan  masih  membatasi  jumlah  peserta  yang
              sebenarnya. Jadi pembatasan kuota pelayanan klaim itu subtansi persoalannya di bagian hulu,
              bukan pada penanganan kecepatan pelayanan via model one to many yang saat ini sedang
              diujicoba BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

              BPJS  Ketenagakerjaan  telah  menyediakan  berbagai  kanal  klaim  yang  dapat  digunakan  oleh
              peserta  melalui  protokol  Layanan  Tanpa  Kontak  Fisik  (LAPAK  ASIK),  yang  terdiri  dari  kanal
              online, offline dan kolektif.

              LAPAK ASIK offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BPJS Ketenagakerjaan dan peserta
              secara langsung. Kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi
              layar  monitor  yang  terhubung  dengan  petugas  secara  video  conference  untuk  kebutuhan
              komunikasi dan verifikasi data.

              Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus
              dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut "One to Many".

              Hery Susanto mengatakan model one to many tersebut mempunyai pengertian relasi antara
              satu karyawan BPJS Ketenagakerjaan dan beberapa peserta klaim BPJS Ketenagakerjaan. Satu
              karyawan BPJS Ketenagakerjaan melayani lebih dari satu peserta klaim BPJS secara offline.



                                                           129
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135