Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 141
Judul 50.379 Pekerja di Jatim Kena PHK dan Dirumahkan karena Corona
Nama Media vivanews.com
Newstrend Dampak Virus Corona
Halaman/URL https://www.vivanews.com/bisnis/ekonomi/52419-50-379-pekerja-di-
jatim-kena-phk-dan-dirumahkan-karena-corona
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-06-13 21:28:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 10.000.000
News Value Rp 30.000.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
positive - Himawan Estu Bagijo (Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim) Yang
merumahkan 607 perusahaan, jumlahnya 34.108 (pekerja)
Ringkasan
- Sebanyak 50.379 pekerja di Jawa Timur (Jatim) menerima nasib pemutusan hubungan kerja
(PHK) dan dirumahkan sejak hampir empat bulan terakhir pandemi Covid-19 melanda
Indonesia. Mereka yang di-PHK atau dirumahkan terdiri dari pekerja yang bekerja di Jatim dan
pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jatim.
50.379 PEKERJA DI JATIM KENA PHK DAN DIRUMAHKAN KARENA CORONA
- Sebanyak 50.379 pekerja di Jawa Timur (Jatim) menerima nasib pemutusan hubungan kerja
(PHK) dan dirumahkan sejak hampir empat bulan terakhir pandemi Covid-19 melanda
Indonesia. Mereka yang di-PHK atau dirumahkan terdiri dari pekerja yang bekerja di Jatim dan
pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jatim.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim, Himawan Estu Bagijo, menjelaskan,
berdasarkan data per 12 Juni 2020, sebanyak 6.924 pekerja telah menerima nasib PHK karena
dampak corona. Mereka tersebar di 231 perusahaan di Jatim.
"Yang merumahkan 607 perusahaan, jumlahnya 34.108 (pekerja)," katanya di Gedung Negara
Grahadi Surabaya pada Sabtu, 13 Juni 2020.
Pekerja yang dirumahkan kebanyakan bekerja di perhotelan dan restoran. Sementara Mereka
yang di-PHK kebanyakan bekerja di industri manufaktur, seperti industri pengolahan kayu, dan
perdagangan.
"Karena kita tahu, perdagangan sekarang lagi lesu (terdampak pandemi corona). Manufaktur
juga begitu, ada produk tapi enggak terjual," ujar Himawan.
140

