Page 139 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 139
Ringkasan
Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mendorong BPJAMSOSTEK agar lebih gencar melakukan
sosialisasi dan edukasi terkait transformasi pelayanan di era normal baru.
DJSN DORONG BPJAMSOSTEK GENCAR SOSIALISASI PELAYANAN ERA NORMAL
BARU
Tangerang - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mendorong BPJAMSOSTEK agar lebih
gencar melakukan sosialisasi dan edukasi terkait transformasi pelayanan di era normal baru.
Anggota DJSN Agung Pambudhi di Tangerang, Sabtu menuturkan terobosan layanan yang telah
dilakukan BPJAMSOSTEK berupa online dan offline dengan tetap mengusung protokol
kesehatan, merupakan sesuatu yang sangat bagus.
"Setelah melakukan tinjuan di kantor Cabang BPJAMSOSTEK Cikokol, saya sangat terkesan
dengan para petugas yang memberikan pelayanannya dengan penuh simpati. Selain itu saya
juga berharap BPJAMSOSTEK terus melakukan peningkatan pelayanan sehingga peserta dapat
semakin terbantu," katanya.
Agung juga menambahkan, tak hanya mempersiapkan berbagai protokol layanan menyambut
era new normal, BPJAMSOSTEK juga telah mempersiapkan beragam protokol kesehatan di
internal yang mengatur interaksi dan aktivitas antar karyawan BPJAMSOSTEK.
"Masukan dari masyarakat perlu jadi bahan evaluasi kedepan untuk peningkatan pelayanan.
Apalagi pelayanan ini baru jadi perlu terus dikenalkan agar warga lebih mudah ketika
menggunakannya," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengungkapkan bila pada awal
bulan Juni ini, secara nasional klaim telah mencapai angka di atas 921 ribu kasus dan akan terus
meningkat.
BPJAMSOSTEK telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta
melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), yang terdiri dari kanal online, offline
dan kolektif.
Protokol LAPAK ASIK yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu melalui kanal online
antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, terus disempurnakan. Bahkan kini peserta yang mengalami
kesulitan mengakses LAPAK ASIK online, dapat dilayani langsung di kantor cabang
BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia, karena LAPAK ASIK juga memiliki kanal offline, namun
dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Agus menyampaikan LAPAK ASIK offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK
dan peserta secara langsung. Kantor cabang BPJAMSOSTEK menyediakan bilik- bilik yang
dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk
kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.
Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani empat sampai enam
orang sekaligus dalam waktu bersamaan sehingga metode pelayanan ini disebut "One to Many".
"Dengan metode One To Many, Kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima
kali lipat dan phsycial distancing tetap terjaga. Saat ini sudah kita implementasikan hampir di
seluruh cabang BPJS Ketenagakerjaan seluruh Indonesia, terutama untuk kantor-kantor yang
punya ruang memadai. Untuk kantor-kantor yang kecil masih dilakukan dengan cara one to one
tapi tetap memperhatikan physical distancing," katanya.
138

