Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 33
rumah. Perubahan ini menurut saya akan diikuti perusahan di Indonesia, di mana mereka akan
mulai memisahkan mana yang perlu ke kantor dan mana yang tidak," kata Aviliani.
Perubahan ini menurutnya bisa membawa dampak positif dan juga negatif bagi para pekerja.
Dengan bekerja di rumah, pekerja tidak lagi mendapat uang lembur, transportasi dan uang
makan. Sehingga untuk pekerja yang kurang kreatif, pendapatannya akan menurun. Tetapi bagi
yang kreatif, kondisi tersebut justru akan membuka kesempatan bagi mereka mendapatkan
penghasilan yang lebih banyak dengan mengambil pekerjaan lain.
Daya Saing
Di sisi lain, penerapan tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal juga tidak akan
serta-merta meningkatkan jumlah tenaga kerja. Apalagi perilaku konsumsi masyarakat dengan
adanya pandemi Covid-19 juga telah berubah.
"Dengan new normal, apakah bica cepat kembali? Menurut saya belum. UMKM kan entry harrier-
nya cepat. Tetapi kalau melihat perilaku masyarakat kan sudah berubah. Saat ini belum terlihat
masyarakat akan melakukan konsumsi di sektor sekundur, bani di primer plus.
Sehingga memang UMKM perlu melakukan inovasi dan kreatifitas bagaimana mengubah sektor
usaha dari sekunder ke primer. Misalnya ada perusahan garmen yang
kemudian memproduksi masker," kata Aviliani.
Sementara itu menurut Direktur Program Indef, Esther Sri Astuti. adanya pandemi Covid-19
memang telah mengubah kebiasaan masyarakat, misalnya dari belanja offline menjadi lebih
sering belanja online. Agar tren ini terus berlanjut, menurutnya industri yang saat ini menerima
berkah perubahan kebiasaan belanja tersebut harus memiliki daya saing.
Mengutip teori Michael porter, Esther mengatakan ada beberapa dimensi yang harus
dikembangkan agar industri berdaya saing. Yaitu ada permintaan terhadap produksinya, ada
industri terkait dengan usahanya, perusahaan harus punya strategi yang jitu agar bisa bersaing
di pasar domestik maupun global, ada faktor condition (infrastuktur, iklim, dan lain-lain) yang
mendukung, serta ada insentif atau kebijakan pemerintah yang mendukung hidupnya industri
tersebut. [HER/E-8]
32

