Page 34 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JUNI 2020
P. 34
Judul Pelatihan Kartu Prakerja Harus Sesuai Kebutuhan Dunia Kerja
Nama Media Suara Pembaruan
Newstrend Kartu Pra Kerja
Halaman/URL Pg7
Jurnalis E-8
Tanggal 2020-06-15 04:06:00
Ukuran 44x284mmk
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 30.492.000
News Value Rp 91.476.000
Kategori Ditjen Binalattas
Layanan Korpo
Sentimen positive
Ringkasan
Selain minimnya lapangan pekerjaan untuk angkatan kerja baru, salah satu tantangan besar
yang dihadapi dunia ketenagakerjaan di Indonesia adalah persoalan link and match yang tidak
jalan. Hal tersebut harus diakomodasi dalam implementasi program Kartu Prakerja.
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani
mengatakan pelatihan yang diberikan di dalam program Kartu Prakerja harus disesuaikan
dengan kebutuhan dunia kerja.
PELATIHAN KARTU PRAKERJA HARUS SESUAI KEBUTUHAN DUNIA KERJA
Selain minimnya lapangan pekerjaan untuk angkatan kerja baru, salah satu tantangan besar
yang dihadapi dunia ketenagakerjaan di Indonesia adalah persoalan link and match yang tidak
jalan. Hal tersebut harus diakomodasi dalam implementasi program Kartu Prakerja.
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Aviliani
mengatakan pelatihan yang diberikan di dalam program Kartu Prakerja harus disesuaikan
dengan kebutuhan dunia kerja.
sehingga terjadi link and match antara program tersebut dengan yang membutuhkan tenaga
kerja. Karenanya, inisiatif dalam memilik jenis pelatihan sebaiknya tidak perlu diberikan kepada
peserta.
''Program ini sudah bagus, tetapi ke depan pelatihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan
supaya nantinya terjadi penyerapan (tenaga kerja). Kalau inisitaif dalam memilih jenis
pelatihannya tergantung masing-masing peserta, nantinya percuma saja walaupun punya
sertifikat pelatihan, tetapi tetap tidak bisa bekerja. Jadi pelatihannya sebaiknya diarahkan ke
yang memang dibutuhkan dunia tenaga kerja," kata Aviliani dalam diskusi 'Masa Depan
Ketenagakerjaan Indonesia di Tengah Protokol Ekonomi New Normal' melalui
webinar yang digelar akhir pekan lalu.
33

