Page 29 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 29

"Biasanya ketika ditemukan visa pekerja telah kedaluwarsa, selama masih ada
               kontrak, majikan mengkonfirmasi perekrutan pekerja dan menjelaskan dalam surat
               kepada Departemen Imigrasi mengapa mereka lupa untuk memperpanjang visa,
               dan Imigrasi selalu memungkinkan para pekerja untuk memperpanjang visanya
               tanpa kesulitan," kata Phobsuk Gasing.

               "Saya belum pernah melihat kasus bahwa Imigrasi mendatangi rumah dan
               menangkap pekerja berdasarkan kasus demikian."
               Finalis di Taiwan Literature Award for Migrants

               Majikannya telah meminta Departemen Imigrasi untuk memperpanjang visa Yuli dan
               mengatakan mereka akan terus mempekerjakannya, tambah kelompok pendukung.

               TKI Yuli Riswati bekerja di Hong Kong selama 10 tahun, selama itu dia menulis
               untuk surat kabar Indonesia yang berbasis di Hong Kong, Suara, serta media daring
               Migran Pos. Tahun lalu, dia terpilih sebagai finalis di Taiwan Literature Award for
               Migrants karena melaporkan kekerasan seksual dan trauma yang dialami oleh
               pekerja migran Tanah Air.

               Yuli juga melaporkan protes pro-demokrasi Hong Kong yang bergulir sejak Juni lalu.

               Pada 11 November, Departemen Imigrasi mengeluarkan perintah penghapusan
               terhadap Yuli, dan memberi tahu pada 28 November bahwa bandingnya gagal.

               Yuli juga mengatakan bahwa dia mencoba membuat aplikasi visa, selama
               penahanan tetapi seorang petugas yang bermarga Cheng mengancam akan
               mencabutnya.

               "Petugas itu mengatakan jika saya tidak ingin ditahan (di Pusat Imigrasi), saya
               harus menarik visa dan kemudian saya bisa kembali ke Indonesia. Tetapi saya tidak
               ingin menarik aplikasi visa saya. Saya bertemu dengan petugas imigrasi sepanjang
               pagi sampai saya menjadi terlalu dingin dan merasa sakit," kata Yuli, menurut
               kelompok pendukungnya.

               "Pada akhirnya, saya menulis akan menarik visa karena terlalu lama ditahan dan
               tidak tahu kapan bisa kembali ke Tanah Air. Lagi-lagi petugas mengatakan saya
               tidak bisa menulis itu karena pengacara akan mempermasalahkannya. Pada
               akhirnya, bertentangan dengan kehendak saya, saya harus menulis melakukan
               penarikan visa, dan akan kembali ke Indonesia untuk mengajukan visa lagi,"
               tambahnya.
               Tanggapan KJRI

               Kelompok itu mengatakan Yuli menunjukkan gejala mirip flu dan muntah dalam
               tahanan. Pengacaranya juga berusaha membebaskannya dari penahanan, tetapi
               permintaan mereka ditolak.

               Mengetahui kabar tersebut, KJRI Hong Kong merespons.



                                                       Page 28 of 96.
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34