Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 32
Begitu tiba di Tanah Air mereka langsung dikumpulkan di kantor P4TKI Dumai untuk
jalani pemeriksaan. Ia mengatakan TKI tersebut menjalani deportasi swadaya atas
kemauan dan biaya sendiri maupun dari pihak keluarga pekerja di Indonesia.
"Mereka sudah jalani hukuman penjara, dikembalikan ke Depot Imigrasi Lengging
dan mereka yang miliki biaya baru bisa dipulangkan ke Indonesia. Sebenarnya ada
dua jalur, yakni dengan feri debarkasi ke Pelabuhan Dumai, dan ada jalur udara ke
Bandara Kualanamu, Sumatera Utara dan Bandara Juanda, Surabaya," katanya.
Ia mengatakan para TKI ketika dideportasi tidak membawa harta benda dan paspor.
Mereka masuk ke Indonesia menggunakan dokumen SPLP (Surat Perjalanan
Laksana Paspor).
"Informasi dari mereka (TKI), harta benda mereka sewaktu ditangkap rata-rata
tidak dikembalikan, baik berupa barang maupun uang," kata Humisar.
Humisar juga menjelaskan 53 TKI tersebut terdiri dari 11 orang perempuan dan
sisanya pria. Dua di antaranya adalah pasangan suami isteri bernama Budi dan
Cung Bui Tin, asal Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Cung Bui Tin dalam
kondisi berbadan dua saat dideportasi, karena sedang hamil empat bulan.
"Satu orang dalam posisi hamil empat bulan," kata Humisar.
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Cung Bui Tin yang dideportasi Malaysia
dalam kondisi hamil 4 bulan, ketika tiba di Pelabuhan Dumai, Provinsi Riau, setelah
dideportasi dari Malaysia, Selasa (3/12/2019). HO-P4TKI Dumai) P4TKI
memfasilitasi wartawan Antara untuk berbicara dengan Cung Bui Tin via telepon.
Perempuan berusia 30 tahun ini mengaku baru lima bulan bekerja di Malaysia,
sebelum ditangkap petugas imigrasi karena tidak ada izin kerja.
Ia dan suaminya bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran di Bukit Jalil, daerah
pinggiran Kota Kuala Lumpur, Malaysia.
"Baru lima bulan di Malaysia," ujarnya.
Ia mengatakan merasa kapok harus berurusan dengan imigrasi Malaysia karena
harus satu bulan menjalani proses hukuman, termasuk dua minggu di penjara.
Apalagi kondisinya sedang hamil saat dipenjara.
Ia mengaku tidak ingin balik lagi ke Malaysia.
"Gak (mah) lah. Urus anak saja," kata Cung Bui Tin ketika ditanya apa ingin balik ke
Malaysia lagi.
Pewarta: FB Anggoro Editor: Ruslan Burhani COPYRIGHT (c)2019 .
Page 31 of 96.

