Page 30 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 05 DESEMBER 2019
P. 30
"Berdasarkan koordinasi dengan pihak imigrasi Hong Kong, telah diperoleh
konfirmasi bahwa saudari Yuli telah dideportasi kemarin dengan CX 779 pukul 14.15
via Surabaya," kata Pejabat Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong, Vania
Alexandra (Pensosbud) KJRI Hong Kong, Vania Alexandra kepada Liputan6.com,
Selasa (3/12).
"Saudari Yuli telah melakukan pelanggaran keimigrasian terkait izin tinggal
(overstay)," jelas Vania.
Menurut pihak KJRI Hong Kong, sesuai peraturan yang berlaku, pelanggaran izin
tinggal (overstay) merupakan pidana. Pelanggarnya diancam sanksi denda dan
penjara maksimal dua tahun.
Menurut KJRI Hong Kong, pihaknya sejak awal mengikuti kasus ini dan
berkoordinasi dengan pihak imigrasi setempat, mendampingi di persidangan, serta
memastikan agar hak-hak hukum yang bersangkutan terjamin.
Mengenai isu yang dikabarkan media lokal bahwa TKI Yuli dideportasi karena
pemberitaannya terkait protes pro-demokrasi Hong Kong. Berikut ini respons pihak
KJRI.
"KJRI Hong Kong tidak dapat berspekulasi mengenai kaitan proses hukum
keimigrasian yang dihadapi saudari Yuli dengan tulisan yang bersangkutan
mengenai demonstrasi di Hong Kong. Sesuai putusan pengadilan, yang
bersangkutan divonis bersalah dan dijatuhi hukuman karena melakukan
pelanggaran keimigrasian."
Pihak KJRI Hong Kong menghormati proses hukum yang berjalan dan putusan
pengadilan setempat.
Page 29 of 96.

